Rahasia mendidik anak

Menyesal Tidak Mengetahuinya Dari Dulu, Ini 7 Rahasia Mendidik Anak

7 Rahasia Mendidik Anak dari Ustdz Farid Ahmad! 

1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.

2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.

3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.

4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.

5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.

6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.

7. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Melamar wanita sholehah

Dia pergi untuk melamar seorang wanita...

Di saat dia melakukan nazhor (melihat calon isterinya ) adalah wanita syar'i.

Calon isterinya bertanya : "Berapa hafalan Al-Qur'anmu ?"

Dia menjawab : "Saya tidak hafal banyak, tapi SAYA INGIN MENJADI LELAKI YANG SOLEH" 

Dia lalu berkata kepada calon isterinya : "Kalau kamu ?"

Calonnya menjawab : "Saya hafal juz amma"

Calonnya kemudian bersetuju untuk menikah kerana merasakan dia ( lelaki yang datang melamar ini ) jujur.

Setelah menikah...

Si Isteri lalu memintanya untuk membantunya menghafal Al-Qur'an.

Sang suami berkata : "Mengapa kita tidak saling membantu dalam menghafal bersama-sama?"

Mereka lalu memulakan menghafal dengan Surath Maryam kemudian berikutnya dan berikutnya sehingga hafalan Al-Qur'annya selesai dan mereka berdua mendapat Ijazah hafalan Al-Qur'an.

Kemudian isterinya menawarkan : "Mungkin kita juga boleh memulakan menghafal Hadis-hadis Bukhari.."

Di sebuah kesempatan ketika dia menziarahi ke rumah mertuanya, sang suami mengkhabarkan kepada mertuanya bahawa anaknya sekarang sudah hafal Al-Qur'an Al-Karim, Alhamdulillah.

Mertuanya terkejut dengan apa yang dikatakan menantunya, dia lalu masuk ke bilik anaknya seraya memperlihatkan banyak kertas kepada menantunya.

Tersentak dan alangkah terkejut dan bingungnya sang suami, Isterinya ternyata memiliki ijazah hafalan Al-Qur'an dan Kutub Sittah (kumpulan kitab-kitab hadis) bahkan sebelum dia menikah dengannya.

SUBHANALLAH...

Dia tidak mempermasalahkan dari awal sedikitnya ilmu yang dimiliki sang calon suami, dan dia kemudian membantunya menghafalkan Al-Qur'an sebagaimana dia telah menghafalnya di saat dia merasakan bahawa memang sang suami adalah orang Soleh (Dia juga tidak berdusta ketika dia berkata saya hafal juz amma kerana dia tidak menafikan bahwa dia juga hafal surah yang lain).

Ya Allah jika aku bukan orang yang soleh maka kurniakan kepadaku isteri yang solehah yang membantuku, dan menjadikanku dekat denganMu, dan jadikanlah aku orang yang soleh...

Teks asalnya:

ﺫﻫﺐ ﻟﻴﺨﻄﺐ ﻓﺘﺎﻩ
 وأثناء ﺍﻟﺮﺅﻳﺔ ﺍﻟﺸﺮﻋﻴﻪ
 ﺴﺄﻟﺘﻪ ﻛﻢ ﺗﺤﻔﻆ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ الكريم
 ﻗﺎﻝ ﻟﻬﺎ: لا أحفظ الشيء الكثير ولكن لي رغبة ان اكون عبدا صالحا
 ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻬﺎ: ﻭﺍنتِ ؟!
ﻗﺎﻟﺖ: أﺣﻓﻈ ﺟﺰﺀ ﻋﻢ،
 ﻭ ﻭﺍﻓﻘﺖ الزواج به ﻟﻤﺎ أﺣﺴﺖ ﺍﻧﻪ ﻓﻌﻼ ﺻﺎﺩﻕ .
ﻭ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ ﻃﻠﺒﺖ ﻣﻨﻪ ﺍن ﻳُﺤﻔِِﻈﻬﺎ القرآن الكريم 
 فقال : لآبأس نتعاون على الحفظ معاً
 ﺑﺪﺃ معا ﺑﺴﻮﺭﺓ ﻣﺮﻳﻢ
 ﺗﻮﺍﻟﺖ ﺍﻟﺴﻮﺭ ﺣﺘﻰ ﺧﺘﻤﺖ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ ﻋﻠﻰ ناظريه
 ﻭﺣﺼﻠﺖ ﻋﻠﻰ ﺍﻻﺟﺎﺯﺓ في الحفظ ﻭﺣﺼﻞ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻫﻮ كذلك..
وعرضت عليه: ﻣﻤﻜﻦ ﻧﺒﺪﺍ ﺑﺤﻔﻆ ﺍﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ
 وفي احدى الزيارات الى بيت والدها اخبر ﺍﻟﺰﻭﺝ ﻭﺍﻟﺪ ﺍﻟﻔﺘﺎﻩ ﻗﺎئلا: ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺑﻨﺘﻚ ﺣﻔﻈﺖ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ الكريم.
ـ ﺗﻌﺠﺐ الرجل ﻣﻦ ﻛﻼﻣ زوج بنته
 ﻭﺩﺧﻞ ﻏﺮﻓﺔ ﺑﻨﺘﻪ ﻭﺍﺣﻀﺮ ﺍﻭﺭﺍﻕ كثيرة و وضعها امامه.
ويا لمفاجأة الزوج وذهوله.. زوجته ﻛﺎﻧﺖ ﻣﺠﺘﺎﺯﻩ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ الكريم ﻭﺍﻟﻜﺘﺐ ﺍﻟﺴﺘﻪ من قبل ان تتزوج به.
ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻢ ﺗﺤﺮﺟﻪ بدايةً ﻟﻘﻠﺔ ﻋﻠﻤﻪ وعملت على ان يحفظ مثلما تحفظ لما حست ﺍﻧﻪ ﺍﻧﺴﺎﻥ ﺻﺎﻟﺢ (ولم تكذب حين قالت انها تحفظ جز عم حيث لم تنفي حفظ ما سواه)
اللهم ان لم اكن صالحا فارزقني زوجة صالحة تعينني و تقربني إليك و اجعلني صالحا

■Bingung Hafalan Sering Hamburadul?

 

Berikut tips hafal tanpa menghafal (Terbukti Manjur)

-Kuncinya adalah membaca satu muka (satu halaman) minimal 300 kali dengan tetap melihat teks

- Buatlah kolom di kertas dengan 10 baris dan 10 kolom sehingga terbentuk 100 kotak/persegi. Ini untuk mengetahui kuantitas bacaan. Setiap tiga kali selesai membaca maka anda mesti mencentang kotak/persegi. Demikian seterusnya hingga selesai pada bacaan ke-300.

-Menyelesaikan 300 bacaan ini tak mesti diselesaikan dalam sehari atau sekali duduk.

-Yang diutamakan adalah target bacaan mencapai 300 kali, entah berapapun harinya.

- Pada bacaan ke-100 akan mulai dirasakan bhw hafalan telah menempel di lidah.

-Bacaan tetap dengan melihat teks.

-Niat untuk membaca dan menghafal sehingga mendapat pahala tilawah.

-Sabar dan tetap meminta tolong kepada Allah.

-Setelah anda mencapai bacaan ke-300, anda akan mendapati diri anda mampu membaca hafalan dengan cepat dan tepat tanpa melihat teks seolah-olah Alquran di depan mata, seolah-olah hafalan mengalir melalui lidah.

-Walaupun begitu tetaplah murajaah minimal 100 kali.

-Sekali lagi ini tentang target bacaan dan bukan tentang target hari, bulan atau tahun. Intinya, bukan seberapa cepat menghafal tetapi kuatnya hafalan.

-Metode ini telah terbukti menguatkan hafalan.

-Kini anda akan semangat menghafal. 

-Bawalah kertas kolom dan mushaf kemana pun sehingga anda bisa mempraktekkan metode ini dimana pun anda berada.

-Semoga Allah memberkahi

----
Yani Fahriansyah

KETIKA PENGARANG AL-FIYAH DI HINGGAPI RASA UJUB



Siapa tak kenal kitab Alfiyah? Seolah memancarkan berkah tak kunjung habis, nahdham seribu bait yang mengulas ilmu nahwu ini dipelajari terus di berbagai majelis ilmu hingga kini.

Pengarangnya, Al-‘Allâmah Abû ‘Abdillâh Muhammad Jamâluddîn ibn Mâlik at-Thâî atau tersohor dengan sebutan Ibnu Malik, merupakan pakar gramatika Arab ternama dari Andalusia (Spanyol). Alfiyah yang merupakan ringkasan karya sebelumnya, al-Kafiyah asy-Syafiyah, pun dipuji banyak cendekiawan, dan melahirkan berjilid-jilid kitab syarah dan karya komentar yang sudah tak terbilang.

Namun demikian, ada cerita menarik di sela proses penulisan muqaddimah nadham luar biasa yang masih dilantunkan di berbagai pesantren / pondok dan madrasah ini.

وَأسْتَـعِيْنُ اللهَ فِيْ ألْفِــيَّهْ ¤ مَقَاصِدُ الْنَّحْوِ بِهَا مَحْوِيَّهْ

(Dan aku memohon kepada Allah untuk kitab Alfiyah, yang dengannya dapat mencakup seluruh materi Ilmu Nahwu)

تُقَرِّبُ الأَقْصَى بِلَفْظٍ مُوْجَزِ ¤ وَتَبْسُـطُ الْبَذْلَ بِوَعْدٍ مُنْجَزِ

(Mendekatkan pengertian yang jauh dengan lafadz yang ringkas serta dapat memberi penjelasan rinci dengan waktu yang singkat)

وَتَقْتَضِي رِضَاً بِغَيْرِ سُخْطِ ¤ فَـائِقَةً أَلْفِــــيَّةَ ابْنِ مُعْطِي

(Kitab ini menuntut kerelaan tanpa kemarahan, melebihi kitab Alfiyah-nya Ibnu Mu’thi)

Sampai di sini Ibnu Malik hendak menjelaskan kepada pembaca bahwa kitabnya lebih unggul dan komprehensif dari kitab karya ulama sebelumnya, yakni Ibnu Mu'thi. Dalam kitab Hasyiyah al-'Allâmah Ibnu Hamdûn 'ala Syarhil Makûdî li Alfiyati ibn Mâlik, dikisahkan, setelah itu Ibnu Malik meneruskannya dengan bait:

فَائِقَةً لَهَا بِأَلْفِ بَيْتٍ ¤ ................

(Mengunggulinya [karya Ibnu Mu’thi] dengan seribu bait,…....)

Belum sempurna bait ini dibuat, tiba-tiba saja Imam Ibnu Malik terhenti. Inspirasinya lenyap, tak mampu menulis apa yang hendak dilanjutkan. 

Suasana pikiran kosong semacam ini bahkan berlangsung sampai beberapa hari. Hingga kemudian ia bertemu seseorang dalam mimpi.

“Aku mendengar kau sedang mengarang Alfiyah tentang ilmu nahwu?”

“Betul,” sahut Ibnu Malik.

“Sampai di mana?”

“Fâiqatan lahâ bi alfi baitin…”

“Apa yang membuatmu berhenti menyelesaikan bait ini?”

“Aku lesu tak berdaya selama beberapa hari,” jawabnya lagi.

“Kau ingin menyelesaikannya?”

“Ya.”

Lalu orang dalam mimpi itu menyambung baitفَائِقَةً لَهَا بِأَلْفِ بَيْتٍ yang terpotong dengan وَ اْلحَيُّ قَدْ يَغْلِبُ أَلْفَ مَيِّتٍ (Orang hidup memang terkadang bisa menaklukkan seribu orang mati). Terang saja, orang hidup meski cuma seorang dijamin sanggup mengalahkan berapa pun banyaknya orang yang tak punya kuasa pembelaan lantaran sudah mati.

Kalimat ini merupakan sindiran kepada Ibnu Malik atas rasa bangganya (‘ujub) terhadap kitab Alfiyah yang dianggap lebih bagus dari pengarang sebelumnya yang sudah wafat. Sebuah tamparan keras menghantam perasaan sang pengarang Alfiyah.

Segera Ibnu Malik mengonfirmasi, “Apakah kau Ibnu Mu’thi?”

“Betul.”

Ibnu Malik insaf dan malu luar biasa. Pagi harinya seketika ia membuang potongan bait yang belum siap itu dan menggantinya dengan dua bait muqaddimah yang lebih sempurna:

وَهْوَ بِسَبْقٍ حَائِزٌ تَفْضِيْلاً ¤ مُسْـتَوْجِبٌ ثَنَائِيَ الْجَمِيْلاَ

(Beliau [Ibnu Mu’thi] lebih istimewa karena lebih awal. Beliau berhak atas sanjunganku yang indah)

وَاللَّهُ يَقْضِي بِهِبَـاتٍ وَافِرَهْ ¤ لِي وَلَهُ فِي دَرَجَاتِ الآخِرَهْ

(Semoga Allah melimpahkan karunianya yang luas untukku dan untuk beliau pada derajat-derajat tinggi akhirat)

Kisah di atas mengungkap pesanan bahwa tak ada seorang pun yang bisa beranggapan keilmuannya secara mutlak lebih unggul dari ulama sebelumnya. Uraian Ibnu Malik dalam Alfiyah-nya mungkin lebih lengkap dan detail dari karya Ibnu Mu’thi, tapi karya pendahulu tetap lebih penting karena memberi dasar-dasar rintisan bagi karangan ulama berikutnya.

Cerita tersebut juga mengingatkan kita tentang pentingnya tetap dalam ketawadukan. Capaian puncak prestasi tertentu, sehebat apapun, menjadi rendah ketika disikapi dengan keangkuhan. Ibnu Malik sempat sedikit tergelincir ke arah itu, lantas segera berbenah. Alhasil, karyanya terus mengalirkan pengetahuan dan berkah, bak mata air yang tak kunjung kering hingga sekarang.

6 Kebiasaan Buruk

Masih Ngelakuin 6 Kebiasaan Ini? Sadarkah Kalau Kamu Menyia-nyiakan Hidupmu? (!)

Semua orang punya cara tersendiri dalam melakoni hidup sehari-hari. Cara yang sekian lama diulangi, akhirnya jadi kebiasaan yang sulit dilepaskan. Sayangnya, kita sering menyangkal fakta bahwa beberapa kebiasaan justru nggak bikin kita menjadi manusia yang lebih baik.

Kalau kebiasaan-kebiasaan berikut ini selalu dilakukan, mungkin kamu sedang menyia-nyiakan hidupmu

1. Hidupmu sia-sia jika menunda tugas dari dosen hingga menit-menit akhir…
Entah itu karena menunggu contekan dari teman, atau karena kamu (pura-pura) lupa kalau ada tugas.

2. Begitu pula jika kamu menggantungkan nasib pada sistem kebut semalam!
Meski teknik ini berhasil pada beberapa teman, sistem kebut semalam sebelum ujian bukan untuk semua orang, apalagi jika kamubukan anak yang pinter-pinter amat.

3. Beli smartphone mahal-mahal cuma dipakai buat main game dan media sosial. Padahal fungsi ponsel pintar lebih dari itu, lho
Jika kamu menghabiskan sekian juta rupiah cuma untuk Instagram-an dismartphone, maka kamu menyia-nyiakan potensi besar yang dimiliki gawai tersebut.

Karena smartphonepunya fitur yang bisa bikin kamu lebih produktif dan kreatif, kamera misalnya.

4. Dan pastinya, kekuatan utama smartphone adalah internet; teknologi yang membuka semua pintu informasi.
Walau sekilas terlihat oke-oke aja, kebiasaan kita yang memanfaatkansmartphonecuma untuk hiburan semata (nonton YouTube,gaming, dan sebagainya) itu belum ada apa-apanya dengan pengetahuan yang bisa kamu gali di internet. Layaknya perpustakaan raksasa, ada jutaan bahan bacaan yang bisa meningkatkan pengetahuan kamu. Berita bikin kamuup-to-datedan artikel bikin kamu lebih pintar dari sebelumnya sekaligus menghibur.

5. Mengisi kekosongan waktu dengan bengong dan nggak ngapa-ngapain, berarti kamu termasuk golongan merugi!
Siapa sih yang suka disuruh menunggu? Nggak ada! Tapi menunggu adalah keniscayaan. Entah itu menunggu dosen yang telat, menunggu angkot yang hobinyangetemmaupun menunggu selingkuhan, eh gebetan, datang.

Siapapun (dan apapun) yang ditunggu, pastikan kamu manfaatkan waktu kosong itu dengan bacaan bermanfaat dan berguna. Jangan cuma bengong.

6. Kamu selalu mengeluh soal hidup yang gitu-gitu aja, tapi nggak pernah usaha untuk memperbaikinya.
Sewaktu kuliah mengeluh, setelah lulus dan dapat kerja kamu tetapajamengeluh. Punya ekspektasi yang tinggi memang bagus, tapi mengeluh saat kejadiannya nggak sesuai harapan bukanlah solusi yang tepat.

Berhenti menyia-nyiakan potensi diri kamu yang (sebenarnya) luar biasa dengan bengong dan mengeluh.

KENAPA ORANG BERTERIAK KETIKA MARAH?


Seorang Syeikh berjalan dengan para muridnya, mereka melihat ada sebuah keluarga yang sedang bertengkar, dan saling berteriak.

Syeikh tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya : "Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?".

Salah satu murid menjawab : "Karena kehilangan sabar, makanya mereka berteriak."

"Tetapi , mengapa harus berteriak kepada orang yang tepat berada di sebelahnya?
Bukankah pesan yang ia sampaikan , bisa ia ucapkan dengan cara halus ?". Tanya sang Syeikh menguji murid2nya.

Muridnya pun saling beradu jawaban, namun tidak satupun jawaban yang mereka sepakati.

Akhirnya sang Syeikh berkata : "Bila dua orang sedang marah, maka hati mereka saling menjauh. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar perkataannya dapat terdengar. Semakin marah, maka akan semakin keras teriakannya. Karena jarak kedua hati semakin jauh".

"Begitu juga sebaliknya , di saat kedua insan saling jatuh cinta?" lanjut sang Syeikh.

"Mereka tidak saling berteriak antara yang satu dengan yang lain. Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan. Jarak antara ke 2 hati sangat dekat."

"Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi?", Mereka tidak lagi bicara. Mereka Hanya berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang. Pada Akhirnya , mereka bahkan tidak perlu lagi berbisik. Mereka cukup hanya dengan saling memandang. Itu saja. Sedekat itulah dua insan yang saling mengasihi."

Sang Syeikh memandangi muridnya dan mengingatkan dengan lembut : "Jika terjadi pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan hati kalian menjauh. Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh. Karena jika kita biarkan, suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh"....

بارك الله فيكم ..

✒ FB Ummi Cut Nyak Nusaybah 

Tadzkirah Untukmu Muslimah


Ada Seorang gadis membeli sebuah Iphone 6.

Smartphone tersebut telah dilengkapi dengan pelindung skrin dan ‘flip cover’ yang tak kalah cantiknya. Dia menunjukkan smartphone barunya tersebut ke ayahnya.

Lalu, sebuah percakapan yang cukup menggugah pun dimulai :

Ayah: Wah, telepon genggam yang bagus. Berapa harga yang harus kamu bayar untuk itu ?

Anak Perempuan: Saya membayar 700 dolar untuk telepon genggam ini Ayah, 20 dolar untuk penutup teleponnya, serta 5 dolar untuk pelindung skrinnya.

Ayah: Oh, mengapa kamu menambahkan pelindung skrin dan penutup teleponnya ? Bukankah kamu dapat berjimat 25 dolar untuk hal itu?

Anak Perempuan: Ayah, saya telah menghabiskan 700 dolar untuk mendapatkan telepon ini. Jadi apa alasan saya tidak mengeluarkan 25 dolar untuk keselesaannya ? Dan lihatlah, penutup ini juga membuat teleponku nampak lebih indah bukan?

Ayah: Bukankah itu suatu penghinaan bagi perusahaan Apple, Inc. Bahwa mereka tidak dapat membuat produk Iphone yang tidak cukup sempurna?

Anak Perempuan: Tidak, Ayah! Mereka bahkan menyarankan kepada penggunanya untuk menggunakan pelindung skrin dan penutup telepon ini untuk keselesaannya. Dan saya tidak mau terjadi sesuatu yang dapat membahayakan Iphone baru saya.

Ayah: Apakah itu tidak akan mengurangi keindahan telepon itu?
Anak Perempuan: Tidak. Itu justru membuat telepon saya terlihat lebih indah.
.
Lalu, sang Ayah menatap putrinya dan tersenyum dengan rasa kasih sayang. Sang Ayah pun berkata, “Putriku, kamu tau Ayah sangat menyayangimu. Kau membayar 700 dolar untuk membeli Iphone ini, serta 25 dolar untuk melindunginya.

Aku telah membayarkan seluruh hidupku untukmu, lalu mengapa kamu tak menutup auratmu dengan hijab untuk keselamatanmu sendiri?

Telepon ini, kelak tidak akan dipertanyakan di akhirat nanti. Namun kelak aku akan ditanyai oleh Allah SWT tentangmu, putriku 

Terima kasih telah SUDI membaca, share untuk kesedaran Perempuan akan kebaikan sang Ayah dan untuk kebaikan perempuan itu sendiri di dunia dan di akhirat.

Para Perampok Professional


Sewaktu perampokan di Guangzhou, China, perampok bank berteriak kesemua orang di bank: "Jangan Bergerak. Uang ini Milik Negara, Hidupmu milikmu." Semua orang di bank menunduk dengan tenang. Ini yang disebut "Konsep Merubah Pikiran" Merubah cara berpikir yang konvensional.

Ketika seorang wanita berbaring di meja secara profokatif, perampok berteriak padanya "Beradablah, Ini perampokan, bukan pemerkosaan!" Ini yang disebut "Professional" fokus hanya kepada apa yang kamu dilatih untuk..

Ketika Perampok kembali kerumah, perampok yang lebih muda (lulusan s2) berkata kepada perampok yang tua (lulusan sd): "Bang, ayo kita hitung berapa yang kita dapat." Perampok yang lebih tua bilang "Bego banget lo. Duitnya banyak gitu lama pasti ngitungnya. Malem ini lihat aja di TV bakal bilang berapa yang kita rampok dari bank!" Ini yang disebut "Pengalaman." Sekarang pengalaman lebih penting dari gelar..!

Setelah perampok pergi, manajer bank bilang pada supervisor bank untuk menelpon polisi secepatnya. Tetapi supervisor berkata: "Tunggu! Ayo kita ambil $10 juta dollar dari bank untuk kita dan tambahkan ke $70 juta dollar yang sudah diambil dari bank".

Ini yang disebut "Sambil Berenang Minum Air." Merubah keadaan tak baik menjadi keuntungan anda!

Supervisor berkata: " Akan sangat bagus bila ada perampokan setiap bulan."

Ini yang disebut "Membunuh Kebosanan" Kebahagiaan personal lebih penting dari pekerjaan anda.

Keesokan harinya, Berita TV melaporkan bahwa $100 juta telah dicuri dari bank. Perampok menghitung dan menghitung, tetapi mereka hanya dapat $20 juta dollar. Perampok sangat marah dan komplain "Kita meresikokan hidup kita dan hanya dapat $20juta dollar. Pekerja Bank mengambil $80juta dollar dengan santai. Sepertinya mendingan menjadi teredukasi daripada perampok!"

Ini yang disebut "Pengetahuan bernilai lebih banyak dari emas" Manajer bank tersenyum dan bahagia karena kekalahan di main saham dapat di bayarkan oleh perampokan yang terjadi. Ini yang disebut "Mengambil kesempatan." Berani mengambil resiko!

Jadi siapakah pencuri Sejati  dan lebih professional disini?

Kenapa Wanita Butuh Curhat?

Kenapa wanita butuh curhat?

Karena setiap hari wanita butuh berbicara 20.000 kata per hari, beda dengan lelaki yang hanya butuh 7000 kata. 

Karena wanita berpikirnya lateral. Artinya dalam satu waktu ia mampu memikirkan dan merasakan banyak hal. Sebaliknya, lelaki kebanyakan hanya mampu melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu. Gak percaya? Lihat aja seorang ibu Mahmud Abas (Mamah Muda Anak Baru Satu), pagi-pagi sambil masak bisa sambil dengerin radio, update status plus kontrol anak. MasyaAllah..

Karena wanita cenderung dominan sisi perasaannya, maka ia butuh tempat untuk mencurahkan seluruh keluh kesah dan kekhawatirannya. 

Lalu bagaimana agar ia nyaman di sampingmu?
Siapkan telinga yang siap mendengar dengan baik. Siapkan bahu yang kuat untuk menopang tubuhnya, siapkan hati yang sabar mendengar curahan hatinya, siapkan jemari untuk menyeka air matanya. 

Jangan sampai, ia malah mendapatkan kenyamanan curhat dengan teman yang salah atau bahkan dengan sosok lelaki lain yang bukan suaminya. 

Jadilah sahabat terbaiknya, bukan sekedar suami halalnya. 

Setujuu..???

Setia Furqon Kholid
Asyiknya Bangun Cinta

Hadits Tentang Kisah Palsu Yang Masyhur

Dari group telegram MSO-D1 : Bicara Hadith Oleh Dr.Khafidz Soroni
*Ulasan Dr.Khafidz Soroni pada kisah 1, 10, 13 & 19 dari isi kandungan buku 40 KISAH PALSU TETAPI MAHSYUR 

Kisah 1: Abdul Rahman bin ‘Auf Merangkak Masuk Syurga Disebabkan Terlalu Kaya 

Ulasan Dr.Khafidz Soroni:
"al-Hafiz Ibn Hajar menafikan kepalsuannya dlm al-Qawl al-Musaddad"

Kisah 10: Bahasa Penduduk Syurga adalah Bahasa Arab

Ulasan Dr.Khafidz Soroni:
"Ada tiga hukum ulama terhadap hadis di atas iaitu;

i- Ulama yang menyatakan ia hadis sahih atau hasan. Antara mereka; al-Hakim dalam al-Mustadrak, diikuti oleh al-‘Iraqi dalam Takhrij Ihya’ ‘Ulumiddin, as-Suyuti dalam al-Jami‘ as-Saghir dan Mulla ‘Ali al-Qari dalam al-Asrar al-Marfu‘ah. As-Silafi dan az-Zurqani dalam Mukhtasar al-Maqasid mengatakan ia hasan (iaitu hasan li-ghairih). 

ii- Ulama yang menyatakan ia hadis daif atau seumpamanya. Antara mereka; al-Baihaqi dalam Syu‘ab al-Iman, al-Haithami dalam Majma‘ az-Zawa’id, Ibn Hajar al-‘Asqalani, as-Sakhawi dalam al-Maqasid al-Hasanah, as-Suyuti dalam an-Nukat ‘ala al-Mawdu‘at, Ibn ‘Arraq al-Kinani dalam Tanzih as-Syari‘ah, al-‘Ajluni dalam Kasyf al-Khafa’ dan lain-lain. 

iii- Ulama yang menyatakan ia hadis yang sangat daif atau palsu. Antara mereka; Abu Hatim ar-Razi, al-‘Uqaili dalam ad-Dhu‘afa’, Ibn Hibban, Ibn al-Jawzi, az-Zahabi, as-Syawkani dalam al-Fawa’id al-Majmu‘ah dan lain-lain.

Setelah meneliti jalan-jalan riwayat hadis berkenaan, saya melihat pendapat kedua adalah lebih sederhana yang menyatakan ia hadis daif, bukan sahih dan bukan juga palsu."


Kisah 13: Sa’labah, Sahabat Nabi Muhammad s.a.w. yang Tidak Membayar Zakat 

Ulasan Dr.Khafidz Soroni:
Ia merupakan sebuah kisah yang masyhur yang telah diriwayatkan oleh at-Tabari dlm Tafsirnya, at-Tabarani dlm al-Kabir, al-Wahidi dlm Asbab an-Nuzul, Ibn al-Athir dlm Usdu al-Ghabah, al-Baghawi dlm Tafsirnya, Abu Nu’aim dlm Ma’rifah as-Sahabah, Ibn ‘Abdil Barr dlm al-Isti’ab, Ibn Mandah, al-Hasan bin Sufyan, Ibn al-Munzir, Ibn Abi Hatim, Abu as-Syeikh, al-‘Askari dlm al-Amthal, Ibn Marduyah, al-Barudi, Ibn Qani’, Ibn as-Sakan, Ibn Syahin, al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman dan Ibn ‘Asakir. Kesemuanya meriwayatkan daripada riwayat Abu Umamah RA. Terdapat satu jalur riwayat lain yang menyokong riwayat ini daripada Ibn ‘Abbas RA, sepertimana yang diriwayatkan oleh Ibn Marduyah dlm Tafsirnya. (lihat: al-Isabah oleh al-Hafiz Ibn Hajar)

"Ada tiga pendapat ulama mengenai status kisah ini, iaitu:

1. Ulama yang menyatakannya tidak palsu atau daif: al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman, al-Hafiz al-‘Iraqi dlm Takhrij al-Ihya’, Al-Hafiz as-Suyuti dlm ad-Durr al-Manthur dll, al-‘Allamah al-Futtani dlm Tazkirah al-Maudhu’at, Imam az-Zabidi dlm Ithaf as-Sadah serta kebanyakan para mufassirin (ulama tafsir), termasuk Imam al-Wahidi dlm al-Wajiz, Imam Ibn al-‘Arabi dlm Ahkam al-Quran, al-Hafiz Ibn Kathir, Imam al-Alusi dan lain-lain yang menyatakannya sebagai sebab turunnya ayat 75 surah at-Taubah. Bahkan, Ibn Kathir menyebutkan ia termasuk pendapat Ibn ‘Abbas RA, sahabat mufassir yang terkenal dan al-Hasan al-Basri RA, tabii masyhur. 

2. Antara ulama yang menyatakannya sangat daif: al-Hafiz al-Haithami dlm Majma’ az-Zawa’id, al-Hafiz Ibn Hajar dalam al-Isabah dll, Imam Ibn Hajar al-Makki al-Haitami dlm al-Fatawa al-Hadithiyyah dan al-‘Allamah al-Munawi dlm al-Fath as-Samawi.

3. Antara ulama yang menyatakannya palsu: Imam Ibn Hazm dlm kitab al-Muhalla.

Ulama yang menyatakan kisah ini tidak palsu menyebutkan terdapat dua orang Tha’labah, iaitu Tha’labah bin Hatib, seorang sahabat Badar yang meninggal dunia di Uhud dan seorang lagi Tha’labah bin Hatib/Abi Hatib, seorang munafik yang meninggal dunia di zaman Khalifah ‘Uthman RA. Ibn Ishaq menyebut, dia termasuk orang yang membina Masjid ad-Dhirar (masjid orang munafik). Kata al-Hafiz Ibn Hajar dlm al-Isabah: “Saya telah pasti kedua-duanya berbeza berdasarkan pendapat Ibn al-Kalbi bahawa sahabat Badar tersebut telah syahid di Uhud”. (lihat: Ithaf as-Sadah oleh az-Zabidi)"

Kisah 19: Al-Qamah yang Derhaka kepada Ibunya

Ulasan Dr.Khafidz Soroni:
"Hadis yg berkaitan tanpa menyebut nama 'Alqamah adalah hadis yg tidak palsu"