Baca Al-Qur'an

Membaca al-Quran 1 juz per hari itu sangat bagus.
Membaca al-Quran setengah juz per hari itu sangat bagus.
Membaca al-Quran 1 halaman atau lembar per hari itu sangat bagus.
Membaca al-Quran setengah halaman per hari itu sangat bagus.

Yang tak bagus adalah tidak membacanya sama sekali.
Jika betah menulis status 8 baris per hari, mestinya betah juga membaca al-Quran karena membaca tak butuh kekuatan tangan.

Kalau betah berfacebook lama-lama, mestinya betah juga membaca al-Quran yang tak mencapai waktu berjam-jam. Sungguh ini tak adil.

Seorang ulama berkata:

"Engkau menjauh dari Alquran, semakin menjauh pula engkau dari kebahagiaanmu."

Syaikh Dr. Khalid Mushleh berwejang:

"Jangan kau pisahkan hari-harimu dengan al-Quran. Untukmu, ia adalah syafaat di hari kiamat."

Nabi sayang kucing

NABI Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.

Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).

Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Keistimewaan Kucing

Fakta Ilmiah 1 :

Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.

Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta Ilmiah 2 :

Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor.

Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang didapatkan adalah:

1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.

2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.

3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.

4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.

SELENGKAPNYA:https://www.islampos.com/mengapa-rasulullah-sangat-sayang-terhadap-kucing-9321/

Kamu dan perbedaan

* Waktu dan Kamu yang Membuat Perbedaan *

Malam ini, hampir jam 1 pagi baru sampai di apartemen. Baru pulang diskusi alot dengan teman dari Afghanistan, Hongkong, dan Turki di perpustakaan. Andai tidak terhalang jadwal bus terakhir, mungkin saya akan stay sampai pagi karena diskusi belum selesai. Di minggu-minggu akhir semester perpustakaan buka 24 jam, dan memang ramai walaupun sudah larut malam. Perpus juga menyediakan kopi dan kue gratis. Ada yang sampai memutuskan tidur di perpus.

Sebelum pulang, saya lihat teman-teman masih sibuk dengan tugasnya masing-masing. Sekitar jam 2 atau 3 pagi nanti mereka akan pulang. Saya bukan fans perpus; lebih suka belajar di dalam kamar. Ke perpus cuma ketika ada diskusi atau menggangu teman yang sedang serius belajar, hee.. Tapi tetap stay sampai pagi juga belajarnya meskipun di kamar sendiri.

Banyak yang bertanya, bagaimana saya membagi waktu belajar, organisasi, nulis buku, sampai menangani Sekolah TOEFL? Saya bukan tipe orang yang well-organized. Jadi, semuanya saya lakukan by chance. Terkadang setiap rencana terlaksana; terkadang tidak. Hanya, untuk sesuatu yang diprioritaskan selalu terlaksana. 

Masalahnya sebenarnya bukan diwaktu, tapi dikamu; benar-benar memprioritaskan atau tidak. Kalau berani bermimpi, harus berani pula membayarnya dengan usaha dan ketekunan. Tanggung jawab dengan apa yang diimpikan. Soal waktu, semua orang dapat jatah yang sama, 24 jam. 

Dulu setiap setelah shalat subuh saya suka mendengarkan ceramah Aa' Gym di Radio. Ada kata-katanya yang selalu saya ingat sampai sekarang. Dia bilang," Kita semua punya waktu yang sama dalam sehari, 24 jam. Dalam waktu 24 jam ini, ada yang bisa mengurusi negara, mengurusi perusahaan, mengurusi sekolahan, dan lain-lain. Tapi, ada yang dalam waktu 24 jam ini mengurusi dirinya sendiri saja tidak bisa".

Percayalah, mentari itu akan terbit lagi esok hari, lalu kembali terbenam, sama seperti hari ini. Apa yang kamu kerjakan itu yang akan membuat perbedaan.

@01_budi @sdsafadg