Wafatnya Imam Ghazali

Masa Akhir Wafat-nya Imam Ghazali qaddasallahu sirrahu

Akhir kehidupan beliau dihabiskan dengan kembali mempelajari hadits dan berkumpul dengan ahlinya. Berkata Imam Adz Dzahabi, “Pada akhir kehidupannya, beliau tekun menuntut ilmu hadits dan berkumpul dengan ahli-nya serta menelaah shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim). Seandainya beliau berumur panjang, niscaya dapat menguasai semuanya dalam waktu singkat. Beliau belum sempat meriwayatkan hadits dan tidak memiliki keturunan kecuali beberapa orang putri.”

Abul Faraj Ibnul Jauzi menyampaikan kisah meninggalnya beliau dalam kitab Ats Tsabat Indal Mamat, menukil cerita Ahmad (saudaranya); Pada subuh hari Senin, saudaraku Abu Hamid berwudhu dan shalat, lalu berkata, “Bawa kemari kain kafan saya.” Lalu beliau mengambil dan menciumnya serta meletakkannya di kedua matanya, dan berkata, “Saya patuh dan taat untuk menemui Malaikat Maut.” Kemudian beliau meluruskan kakinya dan menghadap kiblat. Beliau meninggal sebelum langit menguning (menjelang pagi hari). (Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam Siyar A’lam Nubala 6/34). Beliau wafat di kota Thusi, pada hari Senin tanggal 14 Jumada Akhir tahun 505 H dan dikuburkan di pekuburan Ath Thabaran (Thabaqat Asy Syafi’iyah 6/201).

Ruqyah

๐Ÿ”ดWACANA RUQYAH๐Ÿ”ด
WR/07/AHQ-IHQ/ODOJ
......................................

๐Ÿ“ŒEdisi : Sabtu
๐Ÿ“Œ18 Muharram 1437 H
๐Ÿ“Œ31 Oktober 2015

ุจِุณู…ِ ุงู„ู„ّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…

    TEKNIS PELAKSANAAN RUQYAH
______________________
๐Ÿ”ป〰๐Ÿ”ป〰๐Ÿ”ป〰๐Ÿ”ป〰๐Ÿ”ป

๐Ÿ”‘Ruqyah secara teknis memiliki banyak cara, akan tetapi dalam hal ini kita akan membahas ruqyah gangguan jin ( umum ). 

๐Ÿ”‘Dikatakan umum adalah ketika ruqyah belum diketahui sebab yang lebih berbahaya ketika mengetahui seseorang terkena gangguan. 

๐Ÿ”‘Biasanya ruqyah ini diperuntukkan bagi mereka yang diganggu jin/syaitan lantaran tanpa sengaja mengganggu kediaman jin sehingga jin tersinggung. Walaupun mengganggu dalam hal ini bisa juga dalam kondisi yang parah.

◾️ Jin/Syaitan merasuk ke dalam tubuh manusia melalui aliran darah, seperti dijelaskan dalam hadist berikut :

"Sesungguhnya syaitan menyusup ke dalam diri manusia melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya syaitan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua.
( HR. Bukhari & Muslim no.2175 ).

๐Ÿ’ขHadist di atas menggambarkan betapa berbahayanya ketika syaitan sudah berada di dalam aliran darah kita sehingga mempengaruhi hati dan fikiran. Na'audzubillahi mindzaliik

๐Ÿ’ก Berikut adalah Tiga Komponen penting dalam ruqyah berikut ayat ruqyah gangguan jin.

1⃣ Kekuatan Niat.

Seperti perkataan Imam Ibnul Qayyim bahwasannya, " Niat adalah ruh amal, inti dan sendinya. Amal itu mengikuti niat. Amal menjadi benar karena niat yang benar. Dan amal menjadi rusak karena niat yang rusak."

๐Ÿ”ฆAdapun dalam ruqyah ini niat boleh menggunakan bahasa apa saja yang kita mengerti, asal tidak menggunakan niat dengan meminta bantuan dari selain Allah.

2⃣ Kekuatan Inti 
Kunci dalam meruqyah adalah masalah intinya yakni terdiri dari 3 kekuatan dasar :
~ Kekhusyukan,
~ Keikhlasan dan
~ Kepasrahan terhadap Allahu ta'alaa.

๐Ÿ”ฆTanpa hal ini ikhtiar kesembuhan tak akan bisa datang begitu saja tanpa izin Allah.

3⃣ Kebenaran Sendi (mengetahui ayat ruqyah dan doa kesembuhan).

๐Ÿ’ขBacaan Ruqyah Gangguan Jin

Bacakanlah Ayat-ayat Qur'an berikut untuk gangguan jin dengan cara tartil, dan tidak bisik-bisik. Boleh juga dengan ditiupkan ke segelas atau sebotol air minum .

1⃣ Bacakan Surah Al Fatihah, ayat Kursiy, Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas untuk memohon perlindungan saat meruqyah.

2⃣ Bacakan Surah Al Baqarah ayat 148 untuk menarik jin keluar.

ูˆَู„ِูƒُู„ٍّ ูˆِّุฌْู‡َุฉٌ ู‡ُูˆَ ู…ُูˆَู„ِّูŠْู‡َุง ۚ  ูَุงุณْุชَุจِู‚ُูˆุง ุงู„ْุฎَูŠْุฑٰุชِ  ؕ  ุงَูŠْู†َ ู…َุง ุชَูƒُูˆْู†ُูˆْุง ูŠَุฃุۡชِ ุจِูƒُู…ُ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุฌَู…ِูŠْุนًุง  ؕ  ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ุนَู„ٰู‰ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ู‚َุฏِูŠْุฑٌ

3⃣ Bacakan Surah An Nisa 56 Untuk menyiksa/membakar jin.

ุฅِู†َّ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูƒَูَุฑُูˆุง ุจِุขูŠَุงุชِู†َุง ุณَูˆْูَ ู†ُุตْู„ِูŠู‡ِู…ْ ู†َุงุฑًุง ูƒُู„َّู…َุง ู†َุถِุฌَุชْ ุฌُู„ُูˆุฏُู‡ُู…ْ ุจَุฏَّู„ْู†َุงู‡ُู…ْ ุฌُู„ُูˆุฏًุง ุบَูŠْุฑَู‡َุง ู„ِูŠَุฐُูˆู‚ُูˆุง ุงู„ْุนَุฐَุงุจَ ۗ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูƒَุงู†َ ุนَุฒِูŠุฒًุง ุญَูƒِูŠู…ًุง

4⃣ Boleh juga dengan membaca doa-doa pertolongan tuntunan Rasulullah

๐Ÿ”ธุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„َّุฐِูŠ ู„ุงَ ูŠَุถُุฑُّ ู…َุนَ ุงุณْู…ِู‡ِ ุดَูŠْุกٌ ูِูŠ ุงู„ْุงَุฑْุถِ ูˆَู„َุง ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ุณَّู…ِูŠْุนُ ุงู„ْุนَู„ِูŠْู…ُ

Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil'ardhi wa laa fissama'i wahuwassami'ul 'aliim

"Dengan nama Allah karena bersama-Nya tidak ada sesuatupun dilangit dan di bumi mendatangkan bahaya, dan Dia lah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

๐Ÿ’ก Dalam membacakan ayat-ayat ruqyah, hendaknya meyakini bahwa bukan karena bacaan  Al Qur'annya yang membuat reaksi terhadap jin, tetapi kekuatan dan pengaruh atas kehendak Allah yang berlaku.

Waallahu a'lam.

Disusun Oleh :
Team BRM-IHQ/AHQ๐ŸŒด

◾️ One Day One Juz ◾️
⭕️๐Ÿ”น⭕️๐Ÿ”น⭕️๐Ÿ”น⭕️๐Ÿ”น⭕️

Inilah Cara Syakh Yasin al-Fadani Mengkader KH. Sahal Mahfudz


Tidak banyak kiai pesantren yang telaten menuangkan gagasannya secara rinci menjadi satu kitab berbahasa Arab. KH Sahal Mahfudh, Rois Aam PBNU adalah salah satu diantara yang tidak banyak itu. Syekh Yasin Al-Fadani adalah seorang gurunya yang tidak hanya mengajar dan menemaninya menulis, tetapi juga memberikan motivasi.

Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh adalah santri kelana biasa yang berpindah dari satu pesantren ke pesantren lain, berdiskusi dengan banyak kiai. Saat mondok di Pesantren Bendo, Pare, ia seringkali bermalam di Kedunglo Kediri dan berdiskusi secara intensif dengan seorang kiai di sana. Ia juga sering menghabiskan waktu dengan Kiai Bisri Syansuri di Jombang.

Perkelanaannya dilanjutkan ke Pesantren Sarang, berguru kepada Kiai Zubair. Salah satu kitab yang didiskusikan adalah Ghoyatul Wushul karya Syekh Zakariya Al-Anshori ulama syafiiyah abad 9 Hijriyah. Diskusi berlangsung secara intensif. Di sela menerima tamu ia diajak berdiskusi. Saat bepergian keluar kota, mereka mengendarai dokar dan diskusi pun berlanjut. Kiai Zubair juga senang membuat pancingan. Terjadilah perbincangan dan Kiai Sahal pun rajin membuat catatan (ta’liqat) dalam bahasa Arab.

Hobi menulis dilanjutkan dengan mengirimkan surat (murosalah) kepada Syekh Muhammad Yasin Padang, seorang kiai pesohor dari Indonesia yang menjadi ulama besar dan menetap di Tanah Suci. Kiai Sahal mengomentari tulisan Syekh Yasin dalam satu kitab, membantahnya dengan argumentasi berdasarkan kitab yang beredar di Jawa. Satu surat berisi sekitar 3-4 lembar, berbahasa Arab.

Kiai Sahal terkejut, ternyata Syekh Yasin membalas surat secara serius. “Saya ini santri, berkirim surat, mengomentari pendapat beliau. Tidak dimarahi saja sudah untung,” katanya. Namun nyatanya surat Kiai Sahal dibalas oleh Syeh Yasin, dan Kiai Sahal pun mengirim surat lagi. Syekh Yasin membalas lagi. Terjadi dialog intensif jarak jauh. Surat-surat yang dikirimkan cukup panjang dan serius. Sepertinya ada perdebatan menarik dalam surat-surat itu. Dan saling kirim surat itu berlangsung sampai sekitar satu setengah tahun.

Syahdan, ketika turun dari kapal, saat Kiai Sahal menginjakkan kaki di Mekkah, seseorang tak dikenal langsung memeluknya dan menariknya ke sebuah warung. Seseorang itu tidak lain adalah Syekh Yasin sendiri. Mungkin dalam surat terakhir Kiai Sahal menuliskan bahwa dirinya akan menunaikan ibadah haji. Dan dalam pertemuan pertama itu pun mereka langsung akrab.

Kiai Sahal diminta tinggal di rumah Syekh Yasin. Setiap pagi ia bertugas berbelanja ke pasar membeli kebutuhan Syekh Yasin. Dan setelah itu Kiai Sahal berkesempatan belajar dengan seorang ulama besar yang diseganinya itu selama dua bulanan.

Dalam diskusi dan perdebatan, Syekh Yasin mendudukkan Kiai Sahal seperti teman diskusi. Barangkali ini tidak seperti kebiasaan kiai-santri di Jawa. Syekh Yasin sangat otoritatif tetapi pada satu sisi cukup egaliter.

Dua bulan pertemuan, Syekh Yasin mengijazahkan banyak kitab yang menginspirasi Kiai Sahal menulis banyak kitab. Dan ta’liqot yang ditulisnya saat belajar bersama Syekh Zubair dirapikan kembali. Terkumpul 500-an halaman dan belakangan dibukukan menjadi satu kitab bertajuk “Thoriqatul Husul”. Kitab ini sudah sampai ke Al-Azhar Mesir, menjadi rujukan para pengkaji ushul fiqih.
______________________________

Oleh: A. Khoirul Anam, disarikan dari Gus Rozin, putra Kiai Sahal dalam satu sesi kajian kitab ulama Nusantara

Sumber: http://www.muslimedianews.com/2014/01/inilah-cara-syakh-yasin-al-fadani.html

Yang Telah Banyak Ditinggalkan


Banyak ditemui di zaman ini..

Orang yang memamerkan ibadah-ibadahnya.. 

Penuntut ilmu yang membanggakan banyaknya kitab yang sudah dikaji.. 

Pengajar yang membanggakan banyaknya mad'u.. 

Orang kaya bersedekah dengan liputan media.. 

Sampai ibu rumah tangga yang setiap hari memajang foto masakan untuk memamerkan kepiawaiannya memasak. 

Itulah fenomena saat ini, didukung dengan perkembangan media terutama internet dan media sosial yang membuat banyak orang senang mempublikasikan setiap kegiatannya, kehebatannya, ibadahnya, kedermawanannya, sampai hal sekecil-kecilnya, untuk mencari ketenaran, komentar berupa dukungan, pujian, atau bahkan sekedar acungan jempol. 

Yang lebih mengherankan, sebagian orang bahkan mempublikasikan amalan yang sebenarnya jarang atau tidak ia lakukan! Na'udzubillah.

Bila kita membuka lembaran-lembaran sejarah Para Salaf, akan kita dapati kisah-kisah keikhlasan dan semangat menyembunyikan amalan mereka dari pandangan orang, yang akan membuat kita malu. 

Amalan mereka besar tapi mereka menyembunyikannya sedangkan amalan kita begitu kecil, tetapi kita memamerkannya. 

Amalan mereka begitu rapat tersimpan, tidak ada yang mengetahui kecuali Allah, diri mereka, terkadang sebagian orang terdekat mereka, bahkan beberapa di antaranya tidak diketahui siapa pun dan baru terungkap setelah mereka wafat. 

Sungguh sesuatu yang langka dan telah banyak ditinggalkan di zaman ini.

■ Telah banyak ditinggalkan di zaman ini, menyembunyikan ibadah. 

◆ Seperti 'Abdurrahman Bin Abi Laila yang apabila ia sholat sunnah di rumahnya, kemudian merasa ada seseorang yang melihatnya maka ia membatalkan sholatnya dan segera berbaring di atas ranjangnya seakan-akan sedang tidur. 

Sampai orang yang melihatnya menyangka ia adalah orang yang banyak tidur. Tidak ada yang mengetahui bahwa sesungguhnya ia banyak mendirikan sholat sunnah. 

◆ Atau, seperti Ibrahim An Nahkho'i yang menghabiskan waktunya untuk  membaca Al Qur'an, maka apabila ada seorang laki-laki masuk ke rumahnya ia segera menutupi mushaf dan berkata: "Supaya ia tidak melihatku membaca mushaf setiap saat."

◆ Atau seperti Daud Bin Abi Hind disebutkan bahwa ia telah berpuasa selama 40 tahun tanpa ada seorang pun dari keluarganya yang mengetahuinya, karena bila pagi hari ia berangkat bekerja, ia membawa bekal dari rumahnya. 

Maka keluarganya menyangka ia tidak berpuasa, ketika di jalan ia menyedekahkan bekalnya, dan ketika pulang di penghujung hari, ia ikut makan malam bersama keluarganya. 

◆ Atau kisah Ayyub As Sakhiitani rahimahullah yang mendirikan sholat sepanjang malam dan menyembunyikannya, sehingga apabila bangun di pagi hari, ia mengeraskan suaranya seakan-akan baru saja bangun tidur.

■ Telah banyak ditinggalkan di zaman ini, menyembunyikan kekhusyu'an dan kezuhudan. 

◆ Seperti Abul Hasan Muhammad bin Aslam At Thowusi yang sering menangis ketika membaca Al Qur'an, maka setiap hendak keluar rumah ia selalu mencuci wajahnya untuk menghilangkan bekas menangis. 

◆ Atau seperti Ibrahim Bin Adham, sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Mubarok: "Orang yang suka menyembunyikan amal, aku tidak pernah melihatnya mengeraskan tasbih, atau memperlihatkan amal sholih. 

Dan tidaklah ia makan bersama dengan orang-orang kecuali ia yang terakhir mengangkat tangannya dari makanan, untuk menampakkan ia bukan termasuk orang yang zuhud. 

◆ Atau sebagian salaf yang ketika tersentuh dengan makna ayat Al Qur'an atau hadist dan menangis ia akan berkata: "Aku sedang sakit flu yang parah".

■ Telah banyak ditinggalkan di zaman ini, menyembunyikan sedekah. 

◆ Seperti Ali Bin Al Husein Zainal Abidin memanggul makanan dan kebutuhan orang-orang miskin Madinah setiap malam di atas punggungnya dan meletakkannya di depan pintu rumah mereka selama beberapa tahun, tanpa ada seorang pun yang mengetahui. 

Ketika ia meninggal barulah orang-orang mengetahui hal itu, karena terputuslah sedekah dan terdapat bekas kehitaman pada punggungnya. 

■ Telah banyak ditinggalkan di zaman
ini, menuliskan ilmu tanpa berharap dikenal manusia. 

◆ Seperti Imam Al Mawardi, pengarang kitab-kitab tafsir, fiqh dan lainnya. Selama hidupnya beliau tidak pernah menunjukkan kitab karangannya pada siapa pun. 

Sampai ketika beliau merasa ajal sudah dekat, beliau memanggil orang kepercayaannya dan berkata: 

"Sesungguhnya kitab-kitab di rumah fulan adalah tulisanku, maka apabila telah tiba sakratul maut, genggamlah tanganku, apabila tangan ini menggenggam tanganmu, berarti amalku itu tidak diterima sedikit pun, maka buanglah seluruh kitabku ke sungai pada malam hari, tetapi apabila tangan ini terbuka, berarti amalanku diterima."

Maka ketika ia wafat ternyata tangannya terbuka, dan tersebarlah kitab-kitab beliau sejak saat itu. 

◆ Atau Imam Syafi'i yang berkata "saya ingin orang-orang mengambil ilmuku, tanpa menisbatkannya kepadaku".

Itulah sekelumit gambaran Salaf dalam menyembunyikan amal mereka untuk menjaga niat, karena mereka adalah orang-orang yang paling sadar bahwa tidaklah berharga suatu amal tanpa niat yang ikhlas, sehingga mereka sangat berhati-hati dari segala hal yang dapat merusaknya, salah satunya adalah pujian dan pandangan manusia. 

Pujian dan ketenaran adalah sesuatu yang mereka jauhi dan benci, bahkan dianggap sebagi musibah. 

● Berkata Ibrahim Bin Adham: "Tidaklah jujur kepada Allah, hamba yang menyukai ketenaran". 

● Sedangkan Basyar Bin Al Harits berkata : "Tidak akan merasakan kenikmatan akhirat seorang yang suka dikenal oleh manusia". 

Tak heran, apabila Allah lah yang membalas keikhlasan mereka dengan pahala yang sempurna, dengan kecintaanNya, membanggakan mereka dan memberikan kenangan yang baik di antara manusia sesudahnya sampai zaman selanjutnya.

✒ Ummu Shฤlih, 
Di Kota Al-Madฤซnah An-Nabawiyyah

Syiah, siapakah mereka?

(RE Share- MELEK SEJARAH)

Diterjemahkan oleh Ustadz Musyaffa ad Dariny, MA, ๏บฃ๏ป”๏ปˆ๏ปช ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ—๏ปŒ๏บŽ๏ปŸ๏ปฐ
.
✦Siapakah yang telah menaklukkan negeri Syam, Iraq, dan Persia untuk Islam? 
Umar bin al-Khaththab radhiallahu’anhu (dia seorang Sunni, musuh Syi’ah nomor wahid) 
.
✦Siapakah yang telah menaklukkan negeri Sindu dan India untuk Islam? Muhammad bin al-Qasim (dia Sunni, anti Syi’ah) 
.
✦Siapakah yang telah menaklukkan Afrika Utara untuk Islam? 
Qutaibah bin Muslim al-Bahily (dia Sunni, anti Syi’ah) 
.
✦Siapakah yang telah menaklukkan Spanyol untuk Islam? 
Thariq bin Ziyad dan Musa bin Nashir (keduanya Sunni, anti Syi’ah) 
.
✦Siapakah yang telah menaklukkan Konstantinopel untuk Islam? 
Muhammad al-Fatih (dia Sunni, anti Syi’ah) 
.
✦Siapakah yang telah menaklukkan negeri Shoqliyah untuk Islam? 
Asad Ibnul Furot (dia Sunni, anti Syi’ah) 
.
✦Siapakah yang telah membangun peradaban Andalusia (Spanyol) lalu menjadikannya sebagai menara ilmu? 
Para penguasa dan ulama dari kalangan ahlussunnah (anti Syi’ah) 
.
✦Siapakah yang memimpin pasukan muslim menaklukkan tentara Salib di Hiththin? 
Shalahuddin al-Ayyubi (dia Sunni, anti Syi’ah) 
.
✦Siapakah yang memimpin pasukan muslimin menghancurkan kekuatan Tartar? 
Saifuddin Qatz dan Ruknuddin Bibris (keduanya Sunni, anti Syi’ah)

SEBALIKNYA… 
———————
.
◆Siapakah yang berkhianat pada al-Husein radhiallahu’anhu? 
al-Mukhtar ats-Tsaqofi (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)
.
◆Siapakah yang telah berkhianat pada Khalifah Abbasy ar-Raadhi Billaah? 
Al-Buhiyun (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)
.
◆Siapakah yang telah berkhianat dan membantu Tartar memasuki Baghdad? Ibnul ‘Alqomi (dia seorang Syi’ah-Rafidhah) 
.
◆Siapakah yang telah menghiasi perbuatan keji Holago Khan sehingga terkesan baik? 
Nashir ath-Thusi (dia seorang Syi’ah-Rafidhah) 
.
◆Siapakah yang telah menolong Tartar dalam penyerangannya terhadap Syam?
Kaum Syi’ah Alawiyyun (Rafidhah) 
.
◆Siapakah yang menjadi sekutu tentara Salib dalam melawan kaum muslimin? 
ath-Thowasyi dan Fathimiyyun (mereka semua Syi’ah-Rafidhah) 
.
◆Siapakah yang telah mengkhianati Sultan as-Saljuqi? 
al-Basasiriy (dia seorang Syi’ah-Rafidhah) 
.
◆Siapakah yang telah menolong tentara Salib dalam menduduki Baitul Maqdis di Palestin? 
Ahmad bin ‘Atho (dia seorang Syi’ah-Rafidhah) 
.
◆Siapakah yang telah merencanakan pembunuhan terhadap Shalahuddin al-Ayyubi? 
Seorang Syi’ah-Rafidhah. 
.
◆Siapakah yang telah menemui Holagho Khan di Syam? 
Kamaluddin ‘Umar bin Badr at-Tiflisiy (dia seorang Syi’ah-Rafidhah) 
.
◆Siapakah yang telah mencongkel dan mencuri Hajar Aswad dari Ka’bah dan membunuh para jama’ah haji?
Abu Thahir al-Qaramithiy (dia seorang Syi’ah-Rafidhah) 
.
◆Siapakah yang telah membantu Napoleon ketika menyerang Syam? 
Darwiz (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)

.
DAN BARU-BARU INI… 
——————————
.
✦Siapakah yang telah membunuh warga Palestina di perkemahan Shobro dan Wasyatila? 
Harokah Amal (gerakan beraliran Syi’ah-Rafidhah) 
.
✦Siapakah yang telah menyokong penyerangan Zionis terhadap Lebanon Selatan? 
Harokah Amal (Syi’ah-Rafidhah) 
.
✦Siapakah yang telah menyerang pusat-pusat sunnah di Yaman? 
Kelompok Haothi (mereka Syi’ah-Rafidhah) 
.
✦Siapakah yang menyebut perang Amerika menginvasi Iraq sebagai keberkahan? 
As-Siistaaniy dan al-Hakiim (mereka Syi’ah-Rafidhah)
.
✦Siapakah yang telah menyebut perang tentara Salib menginvasi Afganistan sebagai keberkahan? 
Iran (negeri Syi’ah-Rafidhah) 
.
✦Siapakah yang telah memerangi dan menindas rakyat muslim di Suriah? 
Rezim Bassar an-Nushairiy (rezim Syi’ah ultra-ekstrim)
.
Khawarij juga demikian. 
Hanya saja mereka berada di kutub seberang jika dibandingkan dengan Syi’ah. 
.
 Di mana ada Khawarij, di situ ada Syi’ah. 
 Dan di mana ada Syi’ah, di situ muncul Khawarij. 
 Mereka semua adalah para pelaku kerusakan terbesar di muka bumi.
.
***
.
Sebagian besar tulisan di atas adalah terjemahan dari sebuah postingan berbahasa Arab di grup “Tholabatul ‘Ilmi Lombok” (Forum Asatidz dan Thullab Lombok)

Selanjutnya :
Mengapa Syiah senantiasa memuja Husein saja dan tidak mencintai anak-anak   Fatimah yang lainnya?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut diatas mari kita lihat daftar anak kandung laki-laki Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu, sebagai berikut:

1. Hasan bin Ali bin Abi Thalib
2. Husein bin Ali bin Abi Thalib
3. Muhsin bin Ali bin Abi Thalib
4. Abbas bin Ali bin Abi Thalib
5. Hilal bin Ali bin Abi Thalib
6. ‘Abdullah bin Ali bin Abi Thalib
7. Jakfar bin Ali bin Abi Thalib
8. Usman bin Ali bin Abi Thalib
9. Ubaidillah bin Ali bin Abi Thalib
10. Abu Bakar bin Ali bin Abi Thalib
11. Umar bin Ali bin Abi Thalib

Pernahkah Anda melihat bendera atau umbul-umbul Syiah yang bertulisan “Wahai Hasan…” atau ๏ปณ๏บŽ ๏บฃ๏บด๏ปฆ ?

Kenapa mereka hanya menyeru Husein saja? Padahal Hasan juga anak kandung Ali bin Abi Thalib, yang juga terlahir dari rahim Fatimah binti Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, (jadi) baik Hasan maupun Husein sama-sama Ahlul Bait. Pernahkah anda mempertanyakan hal ini....?

Tahukah Anda bahwa 12 imam syiah seluruhnya berasal dari keturunan Husein saja? Syiah hanya mensakralkan Husein saja, tidak mensakralkan Hasan, dan tidak juga mensakralkan anak-anak Ali bin Abi Thalib yang lainnya yang semuanya diredhai Allah. Jawabannya adalah: karena Husein menikahi wanita Persia Iran putri raja Yazdegerd yang bernama Shahrbanu atau yang dikenal dengan Syahzinan. Konon ketika Kekaisaran Persia ditaklukkan dan terbunuhnya Kaisar Yazdegerd maka putri-putrinya ditawan. Saat itu Umar menghadiahkan putri sang Kaisar yang bernama Syahzinan kepada Husein bin Ali bin Abi Thalib dan Husein pun menikahinya. Oleh karena itulah Syiah begitu mensakralkan Husein dan para imam Syiah yang terlahir dari rahim Syahzinan berdarah Persia,
dan bukan seperti klaim mereka bahwa mereka mencintai keluarga Nabi Muhammad saw yang berasal dari Arab.

Hakikatnya, mereka sangat mencintai Ahlu Bait kaisar (Persia) yang menjadi moyang 12 imam yang semuanya berasal dari ibu berdarah Persia, mereka sangat fanatis dalam mencintai dan memuja kakek anak-anak Husein sang kaisar Persia, bukan sang Nabi shallallahu’alayhi wasallam yang berasal dari Arab.

Imam-imam yang mereka sakralkan dan mereka anggap maksum satu level dengan nabi-nabi itu hanyalah imam-imam yang berasal dari keturunan raja Persia Yazdegerd, tidak ada yg berasal dari Arab. Mereka mencintai Husein dan para imamnya karena mereka meyakini bahwa di dalam darah imam itu mengalir darah Persia keturunan kaisar. Mereka hanya mencintai Ahlul Bait kaisar raja Persia, bukan Ahlul Bait nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Demikian, Allahu a'lam

APA YANG DILAKUKAN OLEH IMAM NAWAWI SAAT RUNTUNYA BAHGDAD?



Pada tahun 656 Hijriah, terjadi sebuah musibah hebat yang melanda umat Islam. Pada saat itu, Baghdad yang menjadi pusat peradaban Islam dan dunia diserang oleh Bangsa Tartar dengan sangat hebat. Pasca penyerangan itu khalifah terbunuh dan Baghdad pun jatuh. Ibnu Katsir mengatakan, "Sesungguhnya kejatuhan Baghdad merupakan musibah paling dahsyat yang pernah terjadi sepanjang sejarah manusia dan bahkan lebih dahsyat dari musibah banjir Nabi Nuh." Sebuah sumber menyebutkan sekitar 1 juta orang tewas terbunuh pada saat itu. Sebuah penghancuran yang belum pernah dirasakan oleh umat Islam sebelumnya.

Pada saat itu, Imam Nawawi masih sangat muda. Umurnya sekitar 25 tahun. Apakah yang beliau lakukan tatkala mendengar peristiwa hebat tersebut? Apakah beliau langsung pergi berjihad ke Iraq dan melakukan perlawanan berperang melawan Bangsa Tartar? 
Perhatikanlah sikap beliau! Inilah sikap yang harus diambil oleh para pemuda zaman ini. 
Pada saat itu beliau tidak langsung menumpahkan emosi beliau dengan pergi berjihad ke Baghdad dan melakukan perlawanan karena itu sangat sulit. Bahkan belum sampai Baghdad pun pasti beliau sudah dibunuh terlebih dahulu di tengah jalan. 

Pada saat itu, Imam Nawawi tentunya merasakan sakit dan perih yang sangat hebat. Rasa sakit tersebut beliau ubah menjadi semangat dan tekad yang kuat untuk belajar, mengkaji ilmu, dan menuliskannya hingga dalam satu hari beliau mengkaji 12 cabang ilmu yang berbeda. 

Akibat 'perlawanan' yang beliau berikan, umat Islam bisa mengambil manfaat dari karya-karya beliau tersebut hingga saat ini. Jadi seolah-olah ilmu yang dibuang oleh Bangsa Tartar itu terkumpulkan kembali melalui tangan beliau.
 
-Syekh Usamah Sayyid Al-Azhari

Untuk apa upload gambar makanan di sosmed?

Sebenarnya apa point utama korang ni wahai yang sikit-sikit nak upload gambar makanan di pesbuk?

" Alhamdulillah... Harini makan mekdy..."
" Alhamdulillah.. Harini makan chicken chop.."

Sebelum tu.. Ini adalah untuk yang upload gambar makanan tanpa sebab penting, yang upload gambar makanan untuk tujuan niaga itu lain cerita... Apa point utama korang nak upload segala bagai tu? Aku tanya soal point. Berikan hujah kau mengenainya.. Mampu? Mampu beri alasan munasabah?

Lagi satu... Apa yang nak kau banggakan sebenarnya? Kau nak tunjuk kat siapa? Nak orang kata kau kaya ke? Makan yang mewah-mewah saja?

Kau rasa diri kau sorang saja ke yang Allah beri nikmat ? Diri kau sorang saja ?. Bagaimana jika nikmat itu Allah tarik. Bagaimana?

Cuba tanya diri..

" Allah redha tak kalau aku upload gambar makanan, sedang saudaraku yang lain tak dapat merasai nikmat yang Allah beri padaku..."

" Allah redha tak? Nabi suka tak? "

Kau sedar atau tidak? Kau dah buat saudaramu yang lain ingin merasa nikmat yang Allah beri padamu.. Ya bagi kau.

" Eleh lantak dia lah. Bukan salah pun nak upload gambar makanan..."

Dan macam-macam lagi alasan pelik kau yang tak munsabah langsung bila di tegur..

Tidakkah kau punya sifat 'belas kasihan' terhadap saudaramu yang lain? Tak punya sifat 'serba salah' dalam diri?

Bukankah nabi meminta kita berkasih sayang sesama saudara?

Upload gambar makanan itu tanda kasih terhadap saudara ke? Hingga buat saudara lain ingin merasa nikmat yang sama sepertimu namun tak berkemampuan... Aku tanya jew.. Ples don be so siyes nah

Sungguh tak salah kau nak show up nikmat yang Allah beri. Tak salah. Tapi, jangan lupa ada insan yang tak merasa nikmat yang kau ada..

Aku tak kata haram kau nak upload gambar makanan kau di fb. Tapi sekadar nak aku dan diri kau muhasabah diri bersama...

Penting lagi perlu ke? Upload gambar makanan di fb. Tahu tak? Budak pondok kadang tak makan langsung. Kalau kata nak makan ayam fuh jarang sekali.. Dapat makan pun time balik rumah je..

Renung guna hati, bukan nafsu yang melulu, akal yang singkat.

Akhir bicaraku.. Aku tinggalkan sepotong hadis nabi. Nabi yang kau mengaku cinta padanya.. Mengikut perjalanan dakwah nabi. Mahukan syafaat nabi di Padang masyar kelak nanti..

Tapi tanpa sedar, kau telah menghancurkan hati nabi melalui perbuatan diri sendiri..

Dari Anas r.a meriwayatkan bahawa Rasullullah SAW berdabda:

" Tidaklah sempurna iman kamu sehingga kamu mencintai saudara kamu sebagaimana kamu mencintai diri kamu sendiri..." (Hadis riwayat bukhari)

Last but not last. Apa erti cinta saudara sendiri?

Erti cinta.. Kau mengajak dia dekat kepada Allah.. Menegur salah silap dia.. Tak ambil kesempatan atas dirinya.. Tak mencelakan dirinya.. Take menyakiti dirinya.. Dan lain-lain...

Maaf atas segala khilaf..

May Allah bless all of us.

-abangsyerban

Penulisjahiliyahtojannah

Adakah setiap makanan itu perlu di upload?

Maaf jika ada yang tersinggung.
Cukup-cukup lah upload gambar makanan di facebook dan instagram tanpa sebab (berniaga). 

Ustaz Uthman Daud pernah cerita, dia tengah jalan dengan para syeikh ketika itu di tempat restoran yang mewah dan menjadi tumpuan orang awam lalu lalang untuk menjamu selera. 

Lalu syeikh kata,
" Jika ada seribu orang lalu lalang tidak dapat nikmati seperti apa yang aku nikmati, apa nak jawab pada Tuhan ? "

Sebab itu syeikh lebih suka makan di dalam rumah sahaja. Jika di kedai sekalipun, syeikh pilih tempat paling terpencil dan tidak ada yang lalu lalang. 

Tapi kita sewenang-wenangnya every second upload. 

Bukan kita seorang je guna fb dan ig ya kawan.

Ada yang miskin
Ada yang kaya

Ada yang susah
Ada yang senang

Jangan lupa.

Mata, telinga, mulut, kaki, tangan, dan semua anggota akan 'berkata-kata' di hadapan Allah.

Sebab itu sahabat saya, International student (from Namibia) dia kata, orang islam banyak yang 'tanpa sedar' buat dosa di dalam laman sosial. 

Demi Tuhan.
Teguran ini untuk aku.

Dan semua.

Aku jatuh cinta. Dia?

Ada seorang adik yang saya kenal ini, 

Dia 'jatuh hati' kepada seorang lelaki ini kerana pada kali pertama dia bertemu dengannya, walaupun mereka dekat tetapi lelaki itu tak  tengok pun  dia (menundukkan pandangan),

Be in the same university, so she couldn't avoid him. 
And there was a point when the guy ignore her in the bus, she thought ,

"'Maybe he doesn't even notice me exist kak farah.."

Masa tu saya senyum , tak tahu nak kata apa.

So, I told her to make her du'as.

So she pray and pray, but she can't forget him. And she told me everything about her feelings.

And at the moment, I was like..

" Perhaps this is just some of many examples of Allah knowing better than you. I do not know, but Allah knows better. Keep your du'a in your tahajjud, upgrade and keep yourself busy , go higher and struggling till the end."

******

So, after all, 
My dear, forgetting someone is hard, but of course  we can control ourselves from keep thinking of him,

By what? By getting closer and nearer to Allah, trust me.

Allah knows best for you. And be patient. As I keep on saying, 

"Bukankah di sebalik kesabaran pasti ada keindahan dan akan berakhir dengan keindahan?"

So what we need to do is, trust Him. Be satisfied with whatever He decrees for us. And be patient with whatever comes our way.

By all means plan, dream, hope. Wish for the best. 
But put our trust in the One that knows us better than we know ourselves.

Have faith! :)

Anjuran Maulanasyaikh

Anjuran Maulanasyaikh Supaya Ma'had mengambil Ma'hadah

1. Aku jari saksi, Ante pade wah sanggup Ma'had-Ma'hadah untuk setie berjuang mudah-mudahan perjuangan ante pade diridoi oleh Allah. (26 Rajab 1417 H).

2. Mele ante ku ijazahang do'a, laguk syaratne mek bait batur me' Ma'hadah. Kanggo' mek ke Ma'hadah angkak?. Awas mun mek ndek bait Ma'hadah! (29 Zulqa'dah 1417 H)

3. Ade' bedait doang Ma'had timpal Ma'hadah, Sang syukurku... oooh.. sang syukurku! (4 Jumadil Akhir 1418 H).

Terakhir, Ahad 28 September 1997:
"Sedapat mungkin Ma'hadah menyanggupi Ma'had. Masalah pasangan ndek ne jari ukuran sugihne, si' penting bersama sampe dunie akhirat."
"Ante pade, Sanggup me' penuhi pengendenganku..?
"InsyaAllah.." Jawab parathullab.
"Me' bait kanak Ma'hadah. Lamun wah buek ba Mu'allimat so.
Sak mu' endeng lek ante pade, ndak pinaang inak amaq me dose!, tao-tao lek ajaran agamante, takut gama' api neraka ino.

Kesabaran suami

Suami dapat gaji bersih RM3,000.00 terus buat internet banking bayar:
- Bil air RN30.00.
- Duit rumah RM700.00.
- Duit kereta RM700.00.
- Bil telefon suami dan isteri RM200.00.
- Bil elektrik RM170.00.
- Ansuran motor kapcai RM150.00.
- Yuran Tuisyen anak RM150.00.
- Tukar RN150.00 duit pecah seringgit-seringgit untuk belanja sekolah anak anak untuk sebulan.
Jumlah Keseluruhan Habis dibelanjakan RM2,250.00.

Lalu berbekalkan duit baki gaji RM750.00 balik ke rumah jemput isteri dari tempat kerja, terus disambut dengan isteri satu soalan,
'Hari ni hari gaji abang kan? Jom pergi beli barang dapur. Banyak dah habis sambil bawak bebudak makan luarlah mlm nie! Sebab I tak laratlah nak masak hari nie.. Lagipun, bebudak pun esok hari sabtu cutikan?'.

Suami mengangguk lemah terpaksa setuju demi anak dan isteri.

Sampai di rumah disambut pulak dgn anak yang bongsu..
'Ayah.. Cikgu adik cakap ari Isnin, Cikgu nak RM20.00 untuk beli baju sukan yang baru.."

Isteri spontan menyampuk..
'Mintak kat ayah.. Ayah baru dapat gaji..'

Sambil itu, anak yang sulung pula mencelah..
'Ayah.. Kakak pun nak duit RM30.00 hari isnin nie.. Untuk beli Buku Rujukan.. Dah dekat nak periksa nie..'

Si suami terus mengeluarkan RM50.00 untuk anak bongsu dan anak sulong. Tinggal baki gaji RM700.00 (Baru hari pertama terima gaji tu..!!!).

Kemudian, selepas maghrib berangkatlah anak beranak ke kedai untuk makan dan berbelanja barang dapur. Sebelum itu suami singgah isi minyak kereta RM50.00 (Baki gaji RM650.00) langsung ke kedai makan dan makanlah anak beranak tersebut dgn bil makan berjumlah RM50.00 (Baki gaji RM600.00).

Setelah itu langsung pergi berbelanja barang dapur dengan jumlah RM250.00 (Baki gaji RM350.00) untuk beli barang kering dan RM50.00 (Baki gaji RM300.00) untuk beli barang basah.

Setelah semuanya selesai, pulanglah keluarga tersebut ke rumah dengan suami hanya tinggal gaji yang baru dapat pagi tadi sebanyak RM300.00 sahaja.

Maka tidurlah si suami dengan mata yang terkebil-kebil mengenangkan baki duit (Yang tinggal baki hanya RM300.00 dari jumlah gaji bersih RM3,000.00) dalam beberapa jam sahaja dapat gaji tadi.

Esoknya, pagi Sabtu, isteri suruh si suami belikan roti canai untuk sarapan pagi. Suami pun pergilah beli dengan modal RM5.00 dan surat khabar RM1.50 (Baki gaji RM293.50).

Manakala menjelang petang, si isteri dan anak-anak ajak suami jalan-jalan di Pasar Malam Jalan TAR sempena Malam Minggu. Si suami ikutkan jugak dalam keadaan dilema bagi menjaga hati isteri dan anak-anak. Terpaksa tambahkan lagi minyak kereta sebanyak Rm30.00 (Baki gaji RM263.50).

Sesampai di Jalan TAR, si isteri berkenan dengan Tudung Bawal berharga RM15.00 mintak dibelikan. Suami pun keluarkan duit bayar (Baki gaji RM248.50) .

Kemudian bila ke depan sedikit, bahagian pakaian kanak-kanak pula nampak baju tidur anak-anak yang berharga RM15.00 sehelai. isteripun selamba berkata..
'Bang.. Baju tidur bebudak ni pun dah lusuh. Belikan diaorang yang baru nie. Murah jer.. RM15 hengget..'

Suami pun keluarkan lagi RM30.00 untuk baju tidur anak-anak (Baki gajiRM218.50).

Lalu terus pulang ke kereta untuk balik kerumah bersama-sama. Tetapi dalam perjalanan nak pulang, anak-anak merengek dahaga dan lapar, mintak singgah di kedai makan untuk makan malam. Sang ayah kesiankan degan rengekan anak pun singgah lah di Kedai Makan Tomyam dan makan dengan membayar RM30.00 lagi. Jumlah keseluruhan baki yg tinggal selepas 48 jam dapat gaji ialah RM218.50.

Esok hari Ahad. Isteri suruh pergi kedai pagi-pagi untuk belikan santan dan sedikit ikan bilis untuk masak nasi lemak sebagai sarapan pagi. Suami bermodalkan lagi RM7.00 dan RM1.50 untuk suratkhabar. Tinggallah duit gaji genap RM210.00.

Malamnya pulak, beri pada isteri Rm150.00 untuk belanja makan dia di pejabat atas dasar nafkah kepada isteri tercinta!!!

Maka bermulalah pagi hari Isnin si suami dengan berbekalkan modal baki gaji hari jumaat kelmarin sebanyak RM60.00 untuk isi minyak motor dan makan di pejabat, serta menghitung hari lagi untuk ke 25 hb/26 hb yang akan datang samada sampai atau tidak??

Selang seminggu selepas itu, pada hujung minggu isteri ajak balik kampung melawat ibu ayah dia di kampung. Suami katakan dengan muka sedih...
'... Tidak ada modal. Tinggal baki gaji RM60 Hengget je nak buat modal hidup sampai hujung bulan nie...'

Lalu isteri menjawab dgn sinis..
'.. Kalau ajak balik kampung saya je, tak de duit.. Kalau ajak balik kampung saya je, Abang kata tak de duit.. Mana pergi duit gaji abang selama nie? Tak kan lah baru seminggu gaji tinggal baki 60 hengget? Sudah tak berduit.. Abang ada simpan pompuan lain ke..?"

Terpinga-pinga suami.. Confused..!! Blurred..!! Nak dijawab, jadi perang.. Nak diceritakan yang sebenar nanti, disalahkan balik, kata kita mengungkit hanya sebabkan belanjakan tudung RM15.00 tu...

Begitulah realiti kehidupan seorang suami yang penyabar demi melaksanakan amanah dan tanggungjawab.

p/s: Kepada yang masih bujang, sudah bersediakah anda untuk menghadapi situasi sebegini?

** Masa Depan Itu Dibeli Oleh Masa Sekarang.

CATATAN LAMA BERSEMI KEMBALI



~Jangan Sampai Pahalanya Direbut Pembantu ~

Sahabat saya menulis:

"Saya menikah di umur 24 tahun dengan status masih pelajar. Sedangkan istri saya 18 tahun, masih pelajar juga. Setiap hari, setiap habis makan selalu saja istriku mencuci gelas dan piring. Setiap mau berangkat shalat selalu saja istriku menyiapkan baju, dan parfum untuk kupakai pergi shalat. Tidak lupa pula rambut ku disisirnya (padahal pas shalat pake peci). Dia juga selalu rajin membersihkan rumah.

Sayapun bertanya kepadanya, " Putri kok tiap hari kaya gini, kita kan punya pembantu? Kamu kan bukan pembantu." Lalu istriku menjawab " Putri nggak mau pahalanya di rebut pembantu".

Masya Allah...

Benarlah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุงَู„ุฏُّู†ْูŠَุง ู…َุชَุงุนٌ ูˆَุฎَูŠْุฑُ ู…َุชَุงุนِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุงู„ْู…َุฑْุฃَุฉُ ุงู„ุตَّุงู„ِุญَุฉُ.

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

Hal ini juga menjawab pertanyaan beberapa orang kepada saya, kok nggak pacaran dulu? kok berani sih langsung nikah? Nggak takut nanti sifatnya nggak cocok?

Saya menjawab, seorang muslim yang ingin menikah cukuplah melihat kesolehan wanita  yang nampak saja, selebihnya kita serahkan pada Allah. Saya yakin, semakin pandai ilmu agama seorang muslim, maka akan semakin baik penilaianya terhadap wanita. 

Bagi saya, segala sesuatu tentang pernikahan sudah diatur dalam islam. Segala persoalan seperti bagaimana harus bersikap, bagaimana harus melakukan ini dan itu telah terangkum global dalam Al-Quran dan Sunnah. Tinggal bagaimana usaha manusia untuk berubah secara perlahan agar perilakunya sesuai dengan sifat yang di inginkan Allah dan Rasul-Nya. Apabila seorang pria dan wanita sama-sama memahami Al-Quran dan Sunnah, insya Allah keduanya akan cocok.

Banyak yang mencoba mengenal pasanganya bertahun-tahun dengan pacaran, namun pada akhirnya gagal. Tapi dengan cara islami saya hanya membutuhkan tidak lebih dari beberapa hari. Alhamdulillah..

Hari ini banyak yang mencari solusi masalah rumah tangga dengan mencoba berbagai hal, bayar ini bayar itu, curhat sini curhat situ, padahal seorang muslim cukup memberi waktu luangnya untuk mencari segalanya dalam Al-quran dan Sunnah. 

Wallahu a'lam

Catatan: 
1. Sederhana, namun sarat makna... 
Saat ini sahabat saya tersebut sudah dikarunia seorang putri. 
Semoga Allah selalu menjaganya.

2. Maksud dari jangan sampai pahala direbut pembantu adalah kesempatan untuk meraih pahala.  Bukan benar-benar pahalanya. 

Wallahu a'lam

25 Desember 2013 M

BAGAIMANA NABI MAKAN?



[Sedikit perkongsian pengajian Syamail Muhammadi, Maulana Hussin, Masjid UKM]

1. Sahabat pada mulanya tak makan ayam, sebab mereka lihat ayam makan najis. Tapi, apabila mereka lihat Nabi makan ayam, mereka pun makan.

2. Nabi suka memulakan santapannya dengan buah labu.

3. Nabi tak pernah makan atas meja, kata Sayidina Anas.

4. Nabi makan roti yang dibuat daripada barli (roti tu kasar dan keras berbanding roti daripada tepung halus)... Kuahnya pula ada buah labu.

[Maulana Hussin bergurau, "Nabi tak makan roti yang halus. Siapa makan roti halus, bidaah. ;-)]

5. Para Sahabat, seperti Anas bin Malik mula menyukai makan buah labu setelah mengetahui Nabi suka makan labu.

6. Ummu Salamah r.ha hidangkan kepada Nabi rusuk kambing yang dipanggang. Kemudian Nabi tidak memperbaharui wuduknya walaupun sebelum itu, apabila baginda makan makanan yang disentuh api, Baginda selalu berwuduk. Tapi akhir-akhir hayat baginda, jika makan makanan sebegitu, baginda tidak lagi berwuduk. Ulama suruh kita pegang amalan yang terkemudian kerana dikira amalan yang terdahulu dikira mansukh.

[Lihat nota selit]

7. Sahabat-sahabat pernah makan di dalam masjid. Ini menunjukkan boleh makan di dalam masjid asalkan tidak mengotorkan dan niat iktikaf.

8. Nabi suka makan kambing terutama di bahagian lengan kerana bahagian itu cepat masak dan memandangkan ia cepat boleh dimakan.

9. "Daging yang paling baik ialah di bahagian belakang." Hadis.

[Ulama rumus, kedua-duanya digemari oleh Nabi]

10. Nabi suka makanan lebihan yang dimakan oleh orang lain. Kebiasaannya, Baginda akan beri sahabat makan dulu. Yang lebih daripada tu baru Baginda makan.

[Nota selit bagi point no 6, 8 dan 9]

Cara Ahli Fekah Mengeluarkan Hukum Dari Hadis.

[Jika terjumpa hadis yang bercanggah, mula-mula himpun kedua-dua hadis. Jika dua-dua tak boleh himpun, baru tarjih. Ulama kata ada <> 50 kaedah tarjih.

Jika tarjih pun tak boleh, baru 'nasikh' dan 'mansukh'.]

Contohnya, Nabi balik rumah tapi tiada makanan. Lalu, Baginda berpuasa pada hari itu.

[Nabi pun hidup dalam kesusahan tapi Baginda tidak pernah merungut dengan kehidupannya. Isteri Baginda pula tidak berleter mengenai kesusahan mereka]

Imam Abu Hanifah melarang orang yang berpuasa sunat membatalkan puasanya, sama seperti sengaja membatalkan solat sunat yang sedang didirikan. Namun, di sisi Imam Syafii, orang yang berpuasa sunat, boleh berbuka jika tidak mampu meneruskan puasa atau terdapat apa-apa kekangan.

Masing-masing ada dalil.

Jadi wali santri yang "Titip"

Alhamdulillah...pagi ini ketemu KH Hasan Abd Sahal di Muqaddasah. Dipersilahkan ke rumah beliau, mendapat banyak sekali nasehat untuk kami orang tua santri...

"Jadi wali santri itu harus punya 5 sifat dan sikap...yaitu TITIP...:

1. Tega

Harus tega...harus tega...harus tega...harus percaya kalau dipesantren anakmu itu dididik bukan dibuang. Harus tega, karena pesantren adalah medan pendidikan dan perjuangan...

2. Ikhlas

Harus ikhlas...harus sadar kalau anakmu itu tidak akan dibiarkan terlantar..harus ikhlas anakmu didik, dilatih, ditempa, diurus, di tigaskan, disuruh hafalan, dan sebagainya...kalau merasa anakmu dibuat nda senyaman hidup dirumah...ambil anakmu serkarang juga..

3. Tawakkal

Setelah itu serahkan sama Allah...berdoalah..karena pesantren bukan tukang sulap, yg bisa merubah begitu saja santri-santrinya...maka berdoalah..

4. Ikhtiar

Dana dan doa...ini yg keempat...

5. Percaya

Percayalah bahwa anak kalian ini dibina, betul-betul dibina. Apa yg mereka dapatkan disini adalah bentuk wadah pembinaan. Jadi kalau melihat anak-anakmu diperlakukan bagaimanapun, percayalah itu adalah bentu wadah pembinaan....

Jadi jangan salah paham...jangan salah sikap...jangan salah persepsi...

Ajarkan pertanyaan ini kepada anak-anakmu

๏ป‹๏ป ๏ปคู€ู€ู€๏ปฎ๏บ ๏บƒ๏ปญ๏ปป๏บฉ๏ป›๏ปข ๏ปญ๏บ‘๏ปจ๏บŽ๏บ—๏ปœ๏ปข ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฎ๏บฃ๏ปด๏บช ๏บ‘๏บ˜๏ปœ๏บฎ๏บ๏บญ ๏ปซ๏บฌ๏ปฉ ๏บ๏ปท๏บณ๏บŒ๏ป ๏บ” ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปฌ๏ปข
~
๏บฑ /1 ๏ปฃ๏ปฆ ๏บƒ๏ปณ๏ปฆ ๏ปง๏บ„๏บง๏บฌ ๏ป‹๏ป˜๏ปด๏บช๏บ—๏ปจ๏บŽ ؟
๏บ : ๏ปฃ๏ปฆ ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏บฎ๏บ๏ปฅ ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บด๏ปจ๏บ” .
๏บฑ /2 ๏บƒ๏ปณ๏ปฆ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ؟
๏บ : ๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บด๏ปค๏บŽ๏บ€ ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บต .
๏บฑ /3 ๏ปฃ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บช๏ปŸ๏ปด๏ปž ๏ปฃ๏ปฆ ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏บฎ๏บ๏ปฅ ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บƒ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บต ؟
๏บ : ( ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏บฃ๏ปค๏ปฆ ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บต ๏บ๏บณ๏บ˜๏ปฎ๏ปฏ ) .
๏บฑ /4 ๏ปฃ๏บŽ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปจ๏ปฐ ( ๏บ๏บณ๏บ˜๏ปฎ๏ปฏ ) ؟
๏บ : ๏ป‹๏ปผ ๏ปญ๏บ๏บญ๏บ—๏ป”๏ปŠ .
๏บฑ /5 ๏ปŸ๏ปค๏บŽ๏บซ๏บ ๏บง๏ป ๏ป– ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ๏ปŸ๏บ ๏ปฆ ๏ปญ๏บ๏ปน๏ปง๏บฒ ؟
๏บ : ๏ปŸ๏ปŒ๏บ’๏บŽ๏บฉ๏บ—๏ปช ๏ปญ๏บฃ๏บช๏ปฉ ๏ปป๏บท๏บฎ๏ปณ๏ปš ๏ปŸ๏ปช .
๏บฑ /6 ๏ปฃ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บช๏ปŸ๏ปด๏ปž ๏ปฃ๏ปฆ ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏บฎ๏บ๏ปฅ ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บƒ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บง๏ป ๏ป– ๏บ๏ปŸ๏บ ๏ปฆ ๏ปญ๏บ๏ปน๏ปง๏บฒ ๏ปŸ๏ปŒ๏บ’๏บŽ๏บฉ๏บ—๏ปช ؟
๏บ : ( ๏ปญ๏ปฃ๏บŽ ๏บง๏ป ๏ป˜๏บ– ๏บ๏ปŸ๏บ ๏ปฆ ๏ปญ๏บ๏ปน๏ปง๏บฒ ๏บ‡๏ปป ๏ปŸ๏ปด๏ปŒ๏บ’๏บช๏ปญ๏ปฅ ) .
๏บฑ /7 ๏ปฃ๏บŽ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปจ๏ปฐ ( ๏ปณ๏ปŒ๏บ’๏บช๏ปญ๏ปฅ ) ؟
๏บ : ๏ปณ๏ปฎ๏บฃ๏บช๏ปญ๏ปฅ .
๏บฑ /8 ๏ปฃ๏บŽ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปจ๏ปฐ ๏ปป ๏บ‡๏ปŸ๏ปช ๏บ‡๏ปป ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ؟
๏บ : ๏ปป ๏ปฃ๏ปŒ๏บ’๏ปฎ๏บฉ ๏บ‘๏บค๏ป– ๏บ‡๏ปป ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช .
๏บฑ /9 ๏ปฃ๏บŽ ๏บƒ๏ป‹๏ปˆ๏ปข ๏ป‹๏บ’๏บŽ๏บฉ๏บ“ ؟
๏บ : ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฎ๏บฃ๏ปด๏บช .
๏บฑ /10 ๏ปฃ๏บŽ ๏บƒ๏ป‹๏ปˆ๏ปข ๏ปฃ๏ปŒ๏บผ๏ปด๏บ” ؟
๏บ : ๏บ๏ปŸ๏บธ๏บฎ๏ป™ .
๏บฑ /11 ๏ปฃ๏บŽ๏ปซ๏ปฎ ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฎ๏บฃ๏ปด๏บช ؟
๏บ : ๏บ‡๏ป“๏บฎ๏บ๏บฉ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏ปŒ๏บ’๏บŽ๏บฉ๏บ“ .
๏บฑ /12 ๏ปฃ๏บŽ๏ปซ๏ปฎ ๏บ๏ปŸ๏บธ๏บฎ๏ป™ ؟
๏บ : ๏ป‹๏บ’๏บŽ๏บฉ๏บ“ ๏ป๏ปด๏บฎ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ปฃ๏ปŠ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช .
๏บฑ /13 ๏ป›๏ปข ๏บƒ๏ป—๏บด๏บŽ๏ปก ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฎ๏บฃ๏ปด๏บช ؟
๏บ : ๏บ›๏ปผ๏บ›๏บ” .
๏บฑ /14 ๏ปฃ๏บŽ๏ปซ๏ปฒ ๏บƒ๏ป—๏บด๏บŽ๏ปก ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฎ๏บฃ๏ปด๏บช ؟
๏บ :๏บ๏ปŸ๏บฎ๏บ‘๏ปฎ๏บ‘๏ปด๏บ” ๏ปญ๏บ๏ปท๏ปŸ๏ปฎ๏ปซ๏ปด๏บ” ๏ปญ๏บ๏ปท๏บณ๏ปค๏บŽ๏บ€ ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บผ๏ป”๏บŽ๏บ•
.
๏บฑ /15 ๏ปฃ๏บŽ ๏บ—๏ปŒ๏บฎ๏ปณ๏ป’ ๏บ—๏ปฎ๏บฃ๏ปด๏บช ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏บ‘๏ปฎ๏บ‘๏ปด๏บ” ؟
๏บ : ๏บ๏ป“๏บฎ๏บ๏บฉ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ป“๏ปฒ ๏บƒ๏ป“๏ปŒ๏บŽ๏ปŸ๏ปช ๏ปฃ๏บœ๏ปž ๏บ๏ปŸ๏บจ๏ป ๏ป– ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏บฏ๏ป• .
๏บฑ /16 ๏ปฃ๏บŽ ๏บ—๏ปŒ๏บฎ๏ปณ๏ป’ ๏บ—๏ปฎ๏บฃ๏ปด๏บช ๏บ๏ปท๏ปŸ๏ปฎ๏ปซ๏ปด๏บ” ؟
๏บ : ๏บ๏ป“๏บฎ๏บ๏บฉ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ‘๏บ„๏ป“๏ปŒ๏บŽ๏ป ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บ’๏บŽ๏บฉ ๏ปฃ๏บœ๏ปž ๏บ๏ปŸ๏บช๏ป‹๏บŽ๏บ€ ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บฌ๏บ‘๏บข ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บด๏บ ๏ปฎ๏บฉ .
๏บฑ /17 ๏ปซ๏ปž ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บƒ๏บณ๏ปค๏บŽ๏บ€ ๏ปญ๏บป๏ป”๏บŽ๏บ• ؟
๏บ : ๏ปง๏ปŒ๏ปข .
๏บฑ /18 ๏ปฃ๏ปฆ ๏บƒ๏ปณ๏ปฆ ๏ปง๏บ„๏บง๏บฌ ๏บƒ๏บณ๏ปค๏บŽ๏บ€ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ปญ๏บป๏ป”๏บŽ๏บ—๏ปช ؟
๏บ : ๏ปฃ๏ปฆ ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏บฎ๏บ๏ปฅ ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บด๏ปจ๏บ” .
๏บฑ /19 ๏ปซ๏ปž ๏บ—๏บธ๏บ’๏ปช ๏บป๏ป”๏บŽ๏บ• ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บป๏ป”๏บŽ๏บ—๏ปจ๏บŽ ؟
๏บ : ๏ปป .
๏บฑ /20 ๏ปฃ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บช๏ปŸ๏ปด๏ปž ๏ปฃ๏ปฆ ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏บฎ๏บ๏ปฅ ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บƒ๏ปฅ ๏บป๏ป”๏บŽ๏บ• ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ปป ๏บ—๏บธ๏บ’๏ปช ๏บป๏ป”๏บŽ๏บ—๏ปจ๏บŽ ؟
๏บ : ( ๏ปŸ๏ปด๏บฒ ๏ป›๏ปค๏บœ๏ป ๏ปช ๏บท๏ปฒ๏บ€ ๏ปญ๏ปซ๏ปฎ ๏บ๏ปŸ๏บด๏ปค๏ปด๏ปŠ ๏บ๏ปŸ๏บ’๏บผ๏ปด๏บฎ ) .
๏บฑ /21 ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏บฎ๏บ๏ปฅ ๏ป›๏ปผ๏ปก ๏ปฃ๏ปฆ ؟
๏บ : ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช .
๏บฑ /22 ๏ปฃ๏ปจ๏บฐ๏ป ๏บƒ๏ปก ๏ปฃ๏บจ๏ป ๏ปฎ๏ป• ؟
๏บ : ๏ปฃ๏ปจ๏บฐ๏ป ๏ปญ ๏ปซ๏ปฎ ๏ป›๏ปผ๏ปฃ๏ปช ๏บฃ๏ป˜๏ปด๏ป˜๏บ” ๏บ‘๏บค๏บฎ๏ป‘ ๏ปญ ๏บป๏ปฎ๏บ• .
๏บฑ /23 ๏ปฃ๏บŽ ๏ปซ๏ปฎ ๏บ๏ปŸ๏บ’๏ปŒ๏บš ؟
๏บ : ๏บ‡๏บฃ๏ปด๏บŽ๏บ€ ๏บ๏ปŸ๏ปจ๏บŽ๏บฑ ๏บ‘๏ปŒ๏บช ๏ปฃ๏ปฎ๏บ—๏ปฌ๏ปข .
๏บฑ /24 ๏ปฃ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บช๏ปŸ๏ปด๏ปž ๏ปฃ๏ปฆ ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏บฎ๏บ๏ปฅ ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏ป›๏ป”๏บฎ ๏ปฃ๏ปฆ ๏บƒ๏ปง๏ปœ๏บฎ ๏บ๏ปŸ๏บ’๏ปŒ๏บš ؟
๏บ : ( ๏บฏ๏ป‹๏ปข ๏บ๏ปŸ๏บฌ๏ปณ๏ปฆ ๏ป›๏ป”๏บฎ๏ปญ๏บ ๏บƒ๏ปฅ ๏ปŸ๏ปฆ ๏ปณ๏บ’๏ปŒ๏บœ๏ปฎ๏บ ) .
๏บฑ /25 ๏ปฃ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บช๏ปŸ๏ปด๏ปž ๏ปฃ๏ปฆ ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏บฎ๏บ๏ปฅ ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บƒ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บณ๏ปด๏บ’๏ปŒ๏บœ๏ปจ๏บŽ ؟
๏บ : ( ๏ป—๏ปž ๏บ‘๏ป ๏ปฐ ๏ปญ๏บญ๏บ‘๏ปฒ ๏ปŸ๏บ˜๏บ’๏ปŒ๏บœ๏ปฆ ) .
๏บฑ /26 ๏ป›๏ปข ๏บƒ๏บญ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏บ๏ปน๏บณ๏ปผ๏ปก ؟
๏บ : ๏บง๏ปค๏บด๏บ” .
๏บฑ /27๏ป›๏ปข ๏บƒ๏บญ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏บ๏ปน๏ปณ๏ปค๏บŽ๏ปฅ ؟
๏บ : ๏บณ๏บ˜๏บ” .
๏บฑ /28๏ป›๏ปข ๏บƒ๏บญ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏บ๏ปน๏บฃ๏บด๏บŽ๏ปฅ ؟
๏บ : ๏ปญ๏บ๏บฃ๏บช .
๏บฑ /29 ๏ปฃ๏บŽ๏บ—๏ปŒ๏บฎ๏ปณ๏ป’ ๏บ๏ปน๏บณ๏ปผ๏ปก ؟
๏บ : ๏บ๏ปป๏บณ๏บ˜๏บด๏ปผ๏ปก ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏บ˜๏ปฎ๏บฃ๏ปด๏บช ๏ปญ๏บ๏ปป๏ปง๏ป˜๏ปด๏บŽ๏บฉ ๏ปŸ๏ปช ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏ป„๏บŽ๏ป‹๏บ” ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บ’๏บฎ๏บ๏บ€๏บ“ ๏ปฃ๏ปฆ ๏บ๏ปŸ๏บธ๏บฎ๏ป™ ๏ปญ๏บƒ๏ปซ๏ป ๏ปช .
๏บฑ /30 ๏ปฃ๏บŽ ๏บ—๏ปŒ๏บฎ๏ปณ๏ป’ ๏บ๏ปน๏ปณ๏ปค๏บŽ๏ปฅ ؟
๏บ : ๏บƒ๏ปฅ ๏บ—๏บ†๏ปฃ๏ปฆ ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ปญ๏ปฃ๏ปผ๏บ‹๏ปœ๏บ˜๏ปช ๏ปญ๏ป›๏บ˜๏บ’๏ปช ๏ปญ๏บญ๏บณ๏ป ๏ปช ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏ปด๏ปฎ๏ปก ๏บ๏ปต๏บง๏บฎ ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏บช๏บญ ๏บง๏ปด๏บฎ๏ปฉ ๏ปญ๏บท๏บฎ๏ปฉ،
๏ปญ๏บ๏ปน๏ปณ๏ปค๏บŽ๏ปฅ ๏บ‡๏ป‹๏บ˜๏ป˜๏บŽ๏บฉ ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏ป˜๏ป ๏บ ๏ปญ๏ป—๏ปฎ๏ป ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏ป ๏บด๏บŽ๏ปฅ ๏ปญ๏ป‹๏ปค๏ปž ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏บ ๏ปฎ๏บ๏บญ๏บก ๏ปณ๏บฐ๏ปณ๏บช ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏ป„๏บŽ๏ป‹๏บ” ๏ปญ๏ปณ๏ปจ๏ป˜๏บบ ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏ปค๏ปŒ๏บผ๏ปด๏บ”
.
๏บฑ /31 ๏ปŸ๏ปค๏ปฆ ๏ปง๏บฌ๏บ‘๏บข ๏ปญ๏ปง๏บด๏บ ๏บช ؟
๏บ : ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ปญ๏บฃ๏บช๏ปฉ ๏ปป๏บท๏บฎ๏ปณ๏ปš ๏ปŸ๏ปช .
๏บฑ /32 ๏ปซ๏ปž ๏ปณ๏บ ๏ปฎ๏บฏ ๏บ๏ปŸ๏บฌ๏บ‘๏บข ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บด๏บ ๏ปฎ๏บฉ ๏ปŸ๏ป๏ปด๏บฎ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ؟
๏บ : ๏ปป .
๏บฑ /33 ๏ปฃ๏บŽ๏บฃ๏ปœ๏ปข ๏บ๏ปŸ๏บฌ๏บ‘๏บข ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บด๏บ ๏ปฎ๏บฉ ๏ปŸ๏ป๏ปด๏บฎ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ؟
๏บ : ๏บท๏บฎ๏ป™ ๏บƒ๏ป›๏บ’๏บฎ .
๏ป‹๏ป ๏ปค๏ปฎ๏ปซ๏บŽ ๏บƒ๏บ‘๏ปจ๏บŽ๏บ‹๏ปœ๏ปข ๏ปญ๏บ๏ปง๏บธ๏บฎ๏ปญ๏ปซ๏บŽ ๏บ‘๏ปด๏ปจ๏ปœ๏ปข

Pesan seorang syaikh

Seorang suami mengadukan apa yang ia rasakan kepada seorang Syekh. Dia berkata:

Ketika aku mengagumi calon istriku seolah-olah dalam pandanganku Allah tidak menciptakan perempuan yang lebih cantik darinya di dunia ini.

Ketika aku sudah meminangnya, aku melihat banyak perempuan seperti dia.

Ketika aku sudah menikahinya aku lihat banyak perempuan yang jauh lebih cantik dari dirinya.

Ketika sudah berlalu beberapa tahun pernikahan kami, aku melihat seluruh perempuan lebih manis dari pada istriku.

Syekh berkata: "Apakah kamu mau aku beritahu yang lebih dahsyat dari pada itu dan lebih pahit?"

Laki-laki penanya: Iya, mau.

Syekh: Sekalipun kamu mengawini seluruh perempuan yang ada di dunia ini pasti anjing yang berkeliaran di jalanan itu lebih cantik dalam pandanganmu dari pada mereka semua.

Laki-laki penanya itu tersenyum masam, lalu ia berujar: "Kenapa tuan Syekh berkata demikian?"

Syekh: Karena masalahnya terletak bukan pada istrimu. Tapi masalahnya adalah bila manusia diberi hati yang tamak, pandangan yang menyeleweng, dan kosong dari rasa malu kepada Allah, tidak akan ada yang bisa memenuhi pandangan matanya kecuali tanah kuburan.

Rasulullah bersabda:

"ู„َูˆْ ุฃَู†َّ ู„ِุงุจْู†ِ ุขุฏَู…َ ูˆَุงุฏِูŠًุง ู…ِู†ْ ุฐَู‡َุจٍ ุฃَุญَุจَّ ุฃَู†ْ ูŠَูƒُูˆู†َ ู„َู‡ُ ุซَุงู†ِูŠًุง، ูˆَู„َู†ْ ูŠَู…ْู„ุฃَ ูَุงู‡ُ ุฅِู„ุง ุงู„ุชُّุฑَุงุจُ، ูˆَูŠَุชُูˆุจُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุชَุงุจَ "

"Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas pasti ia akan menginkan lembah kedua, dan tidak akan ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa yang mau bertaubat".

Jadi, masalah yang kamu hadapi sebenarnya adalah kamu tidak menundukkan pandanganmu dari apa yang diharamkan Allah.

Sekarang, apakah kamu menginginkan sesuatu yang akan mengembalikan kecantikan istrimu seperti pertama kali kamu mengenalnya? Ketika ia menjadi wanita tercantik di dunia ini?

Laki-laki penanya: Iya, mau sekali.

Syekh: Tundukkan pandanganmu!

Allah selalu kirimkan seseorang demi kebaikan kita

Rutin harian biasa, sebelum melangkah keluar.

" Handphone ada, kunci ada, kertas report semua ada. Okay, set!"

Melangkah keluar sambil senyum.

Selesai semua urusan, sumbat earphone ke telinga, saya melangkah ke kafe seperti biasa.

" Yes?"

"2 plain bread and cortado coffee please?" Saya senyum melihat pelayan itu.

" Okay, nah.." Dia hulurkan roti itu.

Masa nak bayar, saya buka earphone,cek beg nak keluarkan purse. Eh?

Kali ini purse biru saya tidak kelihatan, malah wang dan syiling pun tidak kelihatan di dalam poket beg saya.

Ya Allah..

Tidak cukup dengan itu, saya periksa poket coat yang saya bawa juga tidak ada apa-apa. Habis saya geledah semua jua tak ada satu pun yang kelihatan.

Ya Allah, rasanya saya tertinggal purse di dalam  beg tangan saya yang satu lagi. Tengok sekeliling, jika ada orang yang dikenali. Tidak ada. Saya perasan ada mata-mata yang memerhati tingkah saya.

Segan sangat. Pelayan tu pun sabar tunggu. Tapi tak tahu nak cakap macam mana. Nak cakap tak ada duit? Purse tertinggal?

Ada orang lain yang beratur di belakang saya. Tapi saya masih lagi menggeledah beg. Sah! memang tak ada.

Tengah-tengah usaha cari tu..

Seseorang melangkah ke depan,

" I'll pay for her..how much?"

Saya buat tak tahu tapi after a couple of seconds,flash of memory gushing through my neurons. Lelaki Indonesia, saya cam mukanya tapi tak tahu nama. Pernah beberapa kali ternampak.

Kaku, statik saya di sebelah. Cepat-cepat saya cakap,

"No..no need..thanks" Saya tundukkan kepala kepada lelaki itu.

Lepas tu saya kata dengan pelayan tu, saya nak ke atm sekejap, nasib baik ada kad bank. Kad bank saya tak letak dalam purse. Pelayan tu pun setuju.

Sekembalinya saya ke situ semula,

"He paid for it already. Once he paid for you he left"

Allah, upon hearing those words, my heart shed a tender tear. When a random kind stranger completely just makes your day.

Masya Allah brother. You are so kind. I must say you inspire me a lot.  Thank you Allah, thank you brother! 

That small act of kindness meant so much to me.

Another day with full of blessing from Allah?

Yes, truly Allah is the best planners of all. :)

Pesan seorang mak

Seperti biasa saya menghubungi mak. 

Hari ini sangat terkesan dengan kata-katanya.

Suara yang lembut dan mengesankan itu..

"Bila ada benda yang kita nak atau impikan tak jadi milik kita, maknanya itu bukan rezeki kita. Sama ada kita akan dapat yang jauh lagi baik atau benda yang kita nak tu bukan yang terbaik untuk kita.

Ajarkan hati untuk selalu redha dan merasa cukup dengan apa yang ada"

Masya Allah. I'm deeply touched, 
Simple yet meaningful, at least for me.

Thanks mak. Hari ini saya belajar sesuatu dari mak.
 
The thing is, having faith in Allah is believing that He is in control of what happens in our lives. We’ve got to remember that things happen for a reason and if our belief in Allah is evidently there then we have to trust
Him. 

Things might not always go to our plans but believe in Allah and tell Him what we’re working for and know whatever happens after that, is for the best.

Almost the time, it may not come true the way we want it, but if we turn to Him, He'll give us what is best for us. 

And turn back and reflect, knowing that whatever happened, happened for a reason, and happened for the best. Allah heard us. It is true that when Allah took something from us, He will replace it with something better in the future. Ask Allah for what’s in our heart. He's always listening! :)

And always remember this ayah,

"Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah" (Az Zumar verse 53)

Truly, He is the best planners of all.

Have faith! :)

Gila karena cinta


“Mak… Aku minta kawin.” Suara itu terdengar parau menyayat hati, sepasang bola mata gadis malang itu terlihat membentuk lorong. 

Nama gadis itu Yuli. Wajahnya yang ayu nampak muram, seolah cahaya di wajahnya telah pergi bersama separuh hatinya yang membuat ia terus menyebut-nyebut kalimat “Mak, aku minta kawin” bak kaset rekaman yang rusak.

Terkadang, bila seorang pergi dari hidup kita ia juga membawa separuh hati kita pergi. Yuli tengah bertarung melawan kesakitan itu, meraung-raung meminta separuh hatinya kembali agar hatinya utuh. Namun, rindu Yuli bagaikan pungguk merindu rembulan, cinta yang telah lama ia nantikan untuk disatukan dalam bahtera rumah tangganya kandas seketika saat ia harus menghadapi kenyataan: Lamaran kekasihnya ditolak oleh orangtuanya. Kini sang gadis sarjana S1 itupun menghabiskan waktunya dengan kejiwaannya yang terganggu.

Aku melihat kesedihan mendalam di dua pasang bola mata orangtua Yuli. Mungkin mereka benar-benar merasa bersalah dengan apa yang mereka perbuat. Ibu Yuli mengerutkan dahinya, menatapku nanar dan penuh harap lalu membuka mulutnya, “Tolonglah, Ustadz... Sembuhkan anak kami, Yuli… Kami sekarang ihlas dia menikah dengan siapapun asalkan anak kami sembuh” 

“Saya hanya bisa berdoa dan berikhtiar, Bu. Saya akan mencoba meruqyah anak ibu semampu saya” jawabku tulus.

Akupun membuat sebuah ramuan rendaman mujarab dari campuran daun bidara, daun sirih, jeruk nipis yang dicampur dalam seember besar air lalu meruqyahnya.
“Yuli, ke mari” Ucapku seraya menuntunnya masuk ke dalam gentong berwarna merah berisi air.

Yuli menurut saja, tetapi kulihat langkah kakinya bagai mayat dalam ritual Ma’nene di Toraja. Terang sekali, ia bagai mayat berjalan. Dalam hati aku membatin, pastilah luka dalam jiwanya ini begitu dalam. Aku menjadi sangat iba pada Yuli. Saat proses meruqyahnya, dengan izin Allah, aku berusaha tulus ingin menyembuhkannya, ditambah orangtuanya sangat menumpukan harapannya padaku.

Berhari-hari aku meruqyahnya secara berkala. Lantunan demi lantunan ayat ruqyah kubacakan padanya, guyuran demi guyuran obat herbal telah tandas untuk mengobati gadis itu. Alhamdulillah, setelah sesi ruqyah ke sekian kalinya, ketika Yuli membuka matanya setelah mengerjap-kerjap beberapa kali, tatapan matanya tak lagi kosong. Allah telah mengisi kembali kehampaannya dengan kasih sayang-Nya. Wajah Yuli pun menghangat dan cerah dengan semangat baru. Allah Maha Baik.

Pada satu kesempatan khusus Yuli akhirnya mencurahkan isi hatinya padaku. Airmatanya meleleh seketi-ka wajahnya berusaha menahan luapan emosi yang membuat wajahnya merah padam. 

 “Ustadz, hatiku hancur sehancur-hancurnya… orangtuaku tidak menyetujuiku menikah dengan pria yang aku cintai, akhirnya entah mengapa dada ini terasa sangat nyeri, kepalaku terasa sangat sakit, dan aku kehilangan kesadaran. Aku baru tersadar kembali setelah bertemu dengan Ustaz”

 Aku mengernyitkan dahiku, curahan hati Yuli serasa menohok ulu hatiku. Aku berbisik dalam hati, Aku tidak lebih beruntung darimu, Yuli. Aku pernah mencintai seseorang, tetapi belum sampai tangan ini hendak meraihnya, cintaku ia tolak mentah-mentah. Kau masih sempat diperjuangkannya, Yuli, hanya saja terkadang takdir memang ganas melindas harapan. Membuat kita menjadi menganga-ngaga harus menerima realita. Cinta memang tidak selalu berakhir bahagia, terkadang jika kita terlalu menghamba pada cinta manusia, kita lupa akan cinta yang hakiki, cinta pada-Nya, hingga Dia menimpakan pedihnya ditinggal cinta, agar harapan itu kembali ditumpukan kepada-Nya. Agak lama kuhabiskan waktu untuk menasihati Yuli agar ia lebih kuat menata kembali kepingan-kepingan hatinya. Perkara patah hati memang tak pernah mudah untuk diatasi.

Orangtua Yuli mengulum senyum, terharu, senang, dan luapan syukur terbit di wajah keduanya. Anak gadisnya telah kembali menjejak bumi. Berulang kali orangtua Yuli mengucapkan terimakasih padaku mengantar pulangku. Sebelum aku meninggalkan rumahnya aku menasihati rangtua Yuli agar mencarikan jodoh yang dicintainya dan segera dinikahkan. Segera setelah itu, orangtua Yuli menyelipkan amplop tebal di saku bajuku dengan antusias. 

Uang. Uang tidak akan dapat membeli cinta sejati. Biarlah cintaku terantung di langit tinggi. Ada 73 bidadari surga yang menanti diri yang akan memperebutkan cinta sang mujahid yang syahid. Aku ikhlas dengan cobaan di dunia ini karena jiwaku pun sesungguhnya terluka karena tak pernah berbalas cinta ini.
Aku melihat arak-arak awan-gemawan sembari menutup pergumulan hati ini.

Selesai

Berhentilah terlalu sibuk memikirkan jodoh

Saya ingat lagi perkongsian seorang sister kami tak lama dulu,  

"The baby will come when we stop thinking to have the baby.

Jodoh also will come when we stop thinking who is our spouse to-be.

Kejayaan juga akan datang, bila kita usaha, tapi natijahnya (result) kita serah pada Dia.

Besarnya kuasa redha. Sampai satu masa nanti kita akan faham apa lah yang  Allah nak sampaikan sebenarnya. Hidup kita ni bukannya lama mana. Pusing-pusing pun tetap semuanya kembali kepada Allah."

And I smiled. Masya Allah. True enough sister.

It came when I realized something, the ultimate best part is, all things belongs to Allah.

Bila Allah kata 'ya', no matter kita rasa macam tak boleh, no matter kita rasa mustahil, no matter bila kita rasa penat sangat dan macam tak mampu, semua tetap akan jadi dan kalau Allah kata 'tak'. Allah tak nak bagi, Allah tak izinkan lagi, tak kira kita buat macam mana pun, no one could help us. 

Because we ourselves are too powerless over things that are beyond our control.

So, my dear brothers and sisters,

No matter what kind of test we're having, no matter what situation we're facing, when we feel like everything's falling apart and there's no way we could make it through, this is the point where our dependencies on Allah become overwhelmed. Because He heard the most in our weakest condition.

After all, just trust in the beautiful plannings of Allah. Truly He knows best. Insya Allah.

Have faith! :)

Baca al-Qur'an setiap waktu

I just wanna share this beautiful picture.

Beliau, seorang makcik  cleaner, tukang sapu.
Di waktu rehat, beliau akan 'mencuri-curi masa' untuk membaca Al-Quran di belakang.

Kagum. Entahlah, tiba-tiba teringat pengalaman sebelum ni, bersama-sama mereka (makcik cleaner, kakak tukang kebun, pakcik driver teksi etc)

Everytime I met them, my heart will melt with their purity of hearts, and I can just easily open my heart to talk to them. Makcik cleaner, kakak tukang sapu, pakcik driver teksi etc. Ada sesuatu yang ada pada mereka.

Dan kadang, saya juga sangat selesa bersama mereka. Bicara mereka merendah, hati mereka menunduk.

I definitely learnt a lot from them.And I'm very much thankful for all the opportunities that Allah had given me. Friends met, ukhuwah built, stories shared, beautiful pictures taken and very great memories created.

And I truly believe,

People that we meet on our journey, are people that we are destined to meet. Although we may not realize it at the time, they will make a difference and change our lives in a way we never could imagine. Either they're a blessing or a lesson.

Makcik, namamu mungkin tidak disebut penduduk bumi, namun namamu pasti masyhur dalam kalangan penduduk langit.

Makcik, terima kasih. Makcik ajar saya, semoga kita walau 'miskin'  harta di dunia ini, namun 'kaya' di akhirah sana. Insya Allah. :)

Luangkan malam anda untuk qiyam

Ada sekali tu, saya baru balik dari hospital dengan dia.

Letih, sampai rasa tak mampu nak buka mata. Sampai ke rumah, apa yang saya nampak hanya lah katil. Tak nampak benda lain dah.

Totally exhausted.

Jadinya sampai saja, siap-siap kejap sebelum tidur,  saya buka selimut kemudian tepuk-tepuk bantal sebelum  letakkan kepala di atasnya. Tengah tepuk-tepuk bantal tu, saya tegur dia,

"Akak..dah lah tu, tidur lah, sambung esok pula.."

" Akak tengah prepare ni farah.."

Yang sebenarnya dia tengah duduk masa tu depan meja kerja di dalam bilik, agak jauh dari katil saya.

"Prepare?"

"A'ah, prepare lah, nak minta Allah bagi bangun awal esok, mudah-mudahan dapat qiam, at least dapat  buat tahajud dua rakaat..penat macam mana pun doa dulu farah.." Pesannya.

I smiled and nodded.

Masya Allah sister. I'm touched.

Masa tu, dia ajar saya doa.

Doa untuk bangun qiamullail yang sering diamalkan Imam Al-Ghazali.

"Ya Allah, bangunkan aku pada waktu yang Engkau paling suka, dan kerjakan aku pada pekerjaan yang paling Engkau suka".

Simple yet meaningful.

Despite the never ending  working or studying, the never-enough-sleep, the over consumption of caffeine, when we had studying, the agony realizing the 3 chapters we read had only 1 question, praying for us, it's nothing more than help us to strengthen our faith in Allah. 

That our time and energy spent will be filled with barakah, most importantly. 

Shall we?

Insya Allah :)

Jangan sakiti hati ibumu

Jangan pernah sakiti hati ibumu.

Karena sebaik apapun hidupmu, pekerjaanmu, penghasilanmu, nasibmu, atau bahkan pasanganmu..
Di saat-saat tersulit, satu manusia yg paling kaurindukan adalah ibu.

Sebahagia apapun kau tanpanya, kini.. Di saat-saat terhimpit, namanya lah yang paling kau rindukan. 

Jadi, selagi tidak bertentangan dengan Quran dan sunnah.. Jangan pernah menyakiti ibu, walau tak mampu membahagiakannya..

LPDP Interview

INTERVIEW LPDP CHAPTER SURABAYA (26 – 27 Agustus)

1. DOKUMEN
Harus lengkap, tidak ada perkecualian. Tidak lengkap dokumen tidak bisa ikut wawancara. Tidak ada materai, disuruh beli materai. 

2. INTERVIEW
a. Rata-rata pertanyaan standar misalnya: (1) apa kontribusi kamu untuk masyarakat (2) kenapa pilih universitas X? Kenapa pilih negara Y? Dsb.
b. Untuk interview persiapkan dua bahasa kalau tujuannya LN karena saya ketemu dua kasus: (1) Orang yang mempersiapkan interview dengan bahasa Indonesia malah interview-nya full English. (2) Yang mempersiapkan interview bahasa inggris malah full bahasa indonesia. 
Akibatnya apa? Mood dan konsentrasi rusak di awal karena hal tersebut. Konsentrasi buyar akibatnya kadang pertanyaan dijawab kurang tepat. 
Kalau yang milih DN biasanya 75% Indonesia selebihnya bahasa inggris. 

3. ESSAY
Essay ditulis selama 30 menit. Usahakan memanfaatkan waktu dengan baik, jangan sampai ada kerangka essay yang terlewat. Pendahuluan, isi, dan kesimpulan. Saya memakai strategi yang disarankan suami: 5 menit untuk mind map, 20 menit untuk nulis essay dan 5 menit untuk review karena tidak ada warning dari panitia, tiba-tiba saja langsung bilang “30 menit waktu anda telah habis”. Jadi banyak teman-teman yang tak bisa menyelesaikan essay tepat waktu, essay masih ngambang tak ada kesimpulan. Essay sebaiknya singkat saja, seperti yang saya jelaskan diatas kerangkanya. Mind map sangat penting agar essay yang kita tulis jelas dan terarah. Dan jangan lupa bawa JAM TANGAN karena hp tidak diperbolehkan untuk dibawa meski hanya untuk melihat waktu. Be well prepared ya. 

Untuk tema essay yang saya dapat di Surabaya sama seperti yang teman-teman Jogja dapat: (a) Dampak positif globalisasi dan cara mempertahankan kearifan lokal sehingga dapat bertahan di era globalisasi (b) Kekerasan pada anak.

Tema yang lain misalnya: (a) hukuman mati untuk pengedar narkoba. (b) UU penghinaan presiden (c) Dibiayai negara kuliah di LN malah kerja di LN-menyangkut nasionalisme (d) hukuman mati koruptor (d) radikalisme agama.

Dari sekian tema diatas pasti ada yang terulang. Jadi cobalah buat mind map tema diatas. Saya buat hampir mind map semua tema essay dan LGD. Saya beruntungnya dapet globalisasi yang malamnya saya buat mind mapnya, jadi ketika lihat tema essay langsung tempur tanpa mikir lagi karena semalamnya sudah dioret-oret. Karena lembar soal tidak boleh dicoret-coret, jadi perlu bawa kertas buat oret-oret tapi panitia hanya memperbolehkan mebawa alat tulis saja dan untung hari itu bawa STICKY NOTES! Sangat sangat membantu.

4. LGD
a. Saya dapat: Perlukah gadget diberikan kepada anak.
b. Teman yang lain: (1) Perbudakan oleh kapal penangkap ikan milik Thailand di Maluku (2) Pembatasan penangkapan ikan di Maluku (2) Permendikbud tentang budi pekerti di sekolah. 

SEMOGA BERMANFAAT bagi teman-teman yang wawancara di SUMBAWA. Wish us the very best of LUCK!

Kisah Bisyr bin Harits

Suatu hari Bisyr bin Harits berhenti melihat buah-buahan lazat yang dijajakan di kaki lima. Si penjual bertanya, "Wahai Bisyr, nampaknya engkau menginginkan salah satu buah-buahan ini."

Beliau menjawab, "Tidak, aku hanya sedang berfikir, jika buah-buahan lazat ini Allah berikan begitu saja kepada siapapun, termasuk orang yang berbuat bermaksiat, Lantas selazat apa buah-buahan yang Allah siapkan bagi mereka yang patuh pada-Nya di akhirat nanti."

Perihatin untuk sebuah rumah

Kisah Inspiratif Mas Muhammad Nashiruddin Hasan, Bangun Rumah Tanpa Riba

Banyak orang bilang kalo gak pake uang riba (pinjaman dari bank misalnya)  gimana mau bikin rumah?

Ucapan seperti ini biasanya terlontar dari orang yg kurang yakin pada rezeki Allah.  Asalkan ia mau sedikit berhemat dan belajar 'prihatin' insyaAllah akan bisa juga bikin rumah tanpa harus pakai uang riba. 

Sedikit kisah saya dulu,  mulai dari awal kuliah dulu cari uang untuk bayar kuliah dengan uang kerja sendiri,  tanpa bantuan dana IMF (Iuran Fafa Mama) , saya belajar berhemat dan belajar 'prihatin', alhamdulillah rezeki Allah malah di luar ekspektasi saya,  target hanya untuk bayar uang kuliah (SPP dan BOP) malah dilebihkan banyak sekali,  mulai saat itu saya selalu tabung uang hasil kerja saya dari ngajar les , sampingan,  kalau udah sangat mendesak baru saya pakai uangnya, misal beli laptop karena ada kuliah pemrograman komputer,  dsb... Tak terasa setelah 4 tahun uang sudah mencapai 9 digit,  lalu dengan uang itu bisa dipakai untuk membangun rumah,  membiayai pernikahan kami dengan uang kami sendiri,  tentunya dengan izin dan karunia dari Allah. Bahkan sampai uang kami habis untuk membangun rumah kala itu.. 

Setelah pernikahan kami mulai dari nol lagi semuanya dari sisi finansial,  bahkan saya saat itu masih skripsi, belum punya penghasilan tetap (alhamdulillah setelah nikah, penghasilan gak tetap,  malah makin bertambah aja). Setahun setelah rumah jadi, rezeki Allah mengalir begitu deras,  alhamdulillah anak saya lahir dan saya bisa mendaftar haji bersama istri tercinta.

Jika suami istri kompak bisa mengatur keuangan keluarga untuk berhemat,  insyaAllah akan ada jalan kemudahan untuk merealisasikan impian kita.  Faidza azamta fatawakkal 'alallah... 

Ini ada contoh tips jika ingin membangun rumah tanpa riba. Misalkan gaji anda 4 juta/bulan,  simpanlah 2 juta rupiah tiap bulan selama 50 bulan (4 tahun 2 bulan).  Setelah itu akan terkumpul uang 100 juta,          belilah tanah dan material bangunan,  misal harga tanah Rp 500.000/m2 beli tanah 100 m2,  uang masih sisa 50 juta,  uang 50 juta itu dibelikanlah material bangunan untuk yg pokok2 dahulu,  karena harga2 material bangunan ini sangat fluktuatif,  bisa cepat naik. Terus bangunnya kapan? Uang untuk membangun dari mana? Sekarang uang tabungan yg 100 juta tadi sudah habis,  untuk membangun tidak perlu dengan borongan banyak pekerja, bisa anda rekrut 1 tukang yg terampil dan 1 orang yg membantunya (laden), budget per hari utk mereka 100rb. Kerja senin-jumat selama sebulan,  uangnya dari gaji anda sekarang,  kurang lebih ya Rp 2 juta per bulan,  dalam waktu 1-2 tahun rumah kita diperkirakan sudah akan jadi. Kurang lebih ya 5-6 tahun anda 'prihatin'  , rumah anda akan jadi. Bisa kan bikin rumah tanpa riba? Teruslah berikhtiar dan sempurnakan doa dan tawakkalmu...  Selamat mencoba kawan :)

Merintihlah hanya kepada Allah

Bila rasa letih, bila rasa penat, sesak, sakit, lelah , tak ada orang faham kita dan macam-macam masalah melanda.

Dan mungkin ada ketikanya, bila kita rasa tak ada lagi manusia yang mampu berikan ketenangan dan faham kita,

Mungkin itu saatnya , Allah sedang memanggil kita.
Mungkin itu saatnya, Allah mahu kita kembali kepada Dia.
Mungkin itu caranya Allah mahu kita pergi kepada Dia. 

Mungkin juga Dia sedang berkata,
"Wahai hamba Ku, Aku sangat dekat denganmu..."

Berdoa, luahkan, pohonkan, merintih lah kepada Dia walaupun sebenarnya Allah tahu. Berdoa bukan untuk memberitahu Allah apa yang kita pinta, kerana tanpa berdoa pun Allah sedia mengetahui.

Just remember, that every heart is within Allah's grasp, sometimes we just need to pray and leave everything to Him.  Just remember this ayah,

" Dan aku belum pernah kecewa berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.(Maryam:4)

Have faith dear, have faith..:)

7 Tips Biar Nulis Tetep Fokus

Menulis adalah kegiatan yang membutuhkan konsentrasi. Nggak bisa sambilan kalo hasilnya mau enak dibaca. Rancangan kalimat yang sudah disusun bisa saja buyar saat ada gangguan dan akhirnya batal ditulis. Bete dong? 

Ada banyak hal yang bisa mengganggu konsentrasi yang kita bangun saat menulis. Faktor tersebut bisa bersumber dari diri sendiri maupun orang lain.

Menjaga dan mengembalikan konsentrasi dalam waktu singkat serta tepat merupakan kemampuan yang harus dikuasai penulis. Sulit berkonsentrasi akan menghambat kemajuan naskah yang kamu kerjakan. Oleh karena itu, untuk menjaga konsentrasimu ada tujuh tip dari Michael Purdy ini yang bisa kamu terapkan.

1. Mengeliminasi gangguan sebelum mulai mengerjakan tulisanmu. Misalnya: email, twitter, HP, TV, dan lain-lain.

2. Selalu proaktif. Jangan menunggu mood datang. Ketika mendapat ide, tulislah. Bawalah catatan ke mana-mana. Jadi, ketika ingin menulis kamu bisa menorehkannya terlebih dahulu di sana.

3. Bangun suasana menulis yang kondusif. Rapikan meja tulismu. Hiasi dindingmu dengan kover buku, penulis, atau kutipan-kutipan favorit yang bisa memotivasimu. Temukan waktu terbaik untuk menulis. Seperti apa tempat atau waktu yang paling menginspirasimu menulis?

4. Buat deadline untuk tulisanmu. Proyek yang ujungnya tidak jelas akan lebih membuatmu lelah. Beri batas waktu pengerjaan naskahmu, tepati, dan selanjutnya kamu bisa pindah ke proyek menulis yang lain.

5. Berolahragalah secara teratur. Meski menulis terlihat sebagai pekerjaan yang tidak memeras keringat, justru di situlah tantangannya. Terlalu lama duduk dan memandang laptop bisa membuat tubuhmu lelah. Melakukan pemanasan sebentar bisa membuatmu duduk lebih nyaman. Berolahraga juga akan menghasilkan tubuh bugar yang bisa bertahan lebih lama ketika menulis.

6. Beri dirimu sendiri hadiah ketika mencapai target tertentu. Adanya hadiah bisa menjadi pemicumu untuk lebih sigap mengerjakan naskah.

7. Berubahlah. Ubah tempatmu menulis. Misalnya jalan-jalan ke sekitar rumah dan menulis di taman. Atau jika kamu biasa mengetik di laptop, cobalah untuk mengetik di buku tulis. Perubahan suasan bisa mengembalikan momen konsentrasimu yang sempat hilang, juga membuka persepsi baru atas cerita yang sedang kamu tulis.

Satu hal yang mesti kamu ingat, menulis itu bukan bakat. Tapi keterampilan. Semakin sering menulis, semakin piawai. Jadi, teruslah menulis. Semoga 7 tips di atas bisa mendongkrak produktifitas menulismu. 

Oh ya, kalo kamu ngerasa tips di atas bermanfaat bin menginspirasi, sila Like, kasih komentar & Share. Biar makin banyak penulis yang inspiratif. Yuk Share!

Pengakuan Iblis kepada Baginda ๏ทบ

Berkata Iblis kepada Rasulullah ๏ทบ: “Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka melambat-lambatkan solat. Setiap kali dia hendak berdiri untuk solat, aku bisikkan padanya bahawa waktu masih ada, dan kamu masih sibuk, lalu dia menundanya sehingga dia melaksanakan solat diluar waktu, maka solat itu dipukulkannya ke mukanya. Jika dia berhasil mengalahkanku, aku biarkan dia solat. Namun aku bisikkan ke telinganya, 'lihat kiri dan kananmu’, dia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan ku cium keningnya serta aku ucapkan ‘salatmu tidak sah.’ Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam solatnya akan dipukul?”

Jika dia solat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Dia pun solat seperti ayam yang mematuk beras. Jika dia berhasil mengalahkanku dan dia solat berjemaah, aku ikat lehernya dengan tali hingga dia mengangkat kepalanya sebelum imam atau meletakkan sebelum imam.

Kamu tahu bahawa melakukan itu batal solatnya dan wajahnya akan diubah menjadi kepala keldai. Jika dia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga dia menguap ketika dalam solat. Jika dia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Lalu dia pun semakin taat padaku.”

Dipetik dari kitab Pengakuan-pengakuan Iblis kepada Rasulullah ๏ทบ karangan Imam Ibnu Arabi Rohimahullah

Cerita syaikh mutawalli

Syeikh Mutawwali as-Sya’rawi Rohimahullah pernah menceritakan bahwa beliau mempelajari dua hal dari ayahnya:

Pertama, ayahnya pernah menyebutkan kepada Beliau : “Jagalah dan peliharalah sifat tawaduhu' kerana rahsia-rahsia ilmu tidak akan diperolehi oleh orang-orang yang sombong.”. .
.

Kedua, Ayahnya pernah mengatakan : “ Ikatkanlah diri kamu dengan Allah selalu dan tidak takut selain Allah.” Semoga kita dapat manfaat daripadanya. Aamiin

Kisah seorang budak yang dinikahi oleh anak seorang ulama'

Diceritakan, dahulu di kota marwu (salah satu kota di negara Persia), terdapat seorang laki-laki yang bernama Nuh bin Maryam, ia adalah seorang pemimpin sekaligus Qadli kota tersebut. Ia adalah seorang laki-laki yang banyak mendapatkan nikmat juga harta benda yang melimpah.

Ia juga seorang bapak yang memiliki seorang anak gadis yang sangat cantik, baik, menarik, sungguh sempurna sekali kecantikannya. Telah banyak para pembesar, petinggi, atau pemuda-pemuda kaya yang datang untuk melamarnya.

Tetapi tak ada seorang pun dari mereka yang datang, dapat membuat tertarik hati syaikh Nuh bin Maryam untuk melepaskan anak gadisnya.

Karena melihat putrinya sudah waktunya menikah, tetapi belum menemukan sosok yang cocok sebagai pendamping putrinya, syaikh Nuh bin Maryam merasa gundah dan susah menghadapi masalah ini.

“Jika aku memilih salah satu dari mereka, maka sebagian yang lain tentu akan merasa kecewa”, kata syaikh Nuh bin Maryam.

Syaikh Nuh bin Maryam memiliki seorang budak laki-laki yang bernama Mubarok, ia adalah seorang budak yang berasal dari India dan merupakan seorang budak laki-laki yang sangat bertaqwa.

Beliau memiliki kebun yang sangat luas, kebun tersebut ia tanami dengan berbagai macam pohon, buah-buahan, juga tumbuh-tumbuhan.

Syaikh Nuh bin Maryam berkata kepada budak laki-lakinya; “Aku ingin engkau merawat dan menjaga kebunku”.
Mendapat perintah tersebut, ia lalu mulai menjaga dan menetap di kebun syaikh Nuh bin Maryam selama satu bulan penuh.

Beberapa hari kemudian setelah Mubarok mulai menjaga kebun tersebut, tuannya mengunjungi kebun untuk melihatnya. Ia berkata kepada Mubarok; “Wahai Mubarok, petikkan aku segenggam anggur”.

Mendapat perintah demikian, Mubarok segera mengambilkan segenggam kurma, tetapi anggur yang dipetikkan oleh Mubarok, ternyata terasa masam.

Mendapat anggur yang masam, syaikh Nuh bin Maryam memerintahkan Mubarok untuk memetikkan anggur yang lain; “Petikkan aku anggur yang lain, yang tadi masam rasanya…!”

Mendapatkan perintah demikian, ia mulai memetikkan anggur yang lain, tetapi lagi-lagi anggur yang ia petik masam juga rasanya. Mengetahui hal tersebut, syaikh Nuh bin Maryam heran lalu bertanya pada Mubarok;

“Wahai Mubarok, dari anggur sebanyak ini, kenapa engkau tidak bisa memetikkan untukku anggur yang manis, engkau malah memetikkan anggur yang masam??”.

“Wahai tuanku, sungguh aku tak tau, mana anggur yang manis dan mana anggur yang masam”, kata Mubarok.

“Subhanallah, engkau hidup satu bulan penuh dalam kebun anggur tetapi engkau belum bisa membedakan mana anggur yang manis dan mana yang masam??”.

“benar wahai tuanku, aku tidak bisa membedakannya”, kata Mubarok.

“Kenapa engkau tidak mencicipi anggur tersebut, agar tau rasanya?”, kata syaikh Nuh bin Maryam.

“Engkau hanya memerintahkan aku untuk menjaganya, dan tidak memerintahkan aku untuk mencicipinya, bagaimana bisa aku mengkhianatimu wahai tuanku?!”. Kata Mubarok.

Mendengar jawaban demikain, al-Qadli syaikh Nuh bin Maryam merasa takjub akan kejujuran pemuda ini, lalu berkata; “Semoga Allah menjagamu atas amanah yang engkau emban wahai pemuda”.

Syaikh Nuh bin Maryam sekarang tau, bahwa pemuda yang sedang berada di hadapannya adalah pemuda yang memiliki akal yang cerdas. Syaikh Nuh bin Maryam berkata; “Wahai anak muda, sungguh hatiku saat ini sangat senang kepadamu, dan aku ingin, engkau melaksanakan perintahku berikutnya”.

“Aku selalu mentaati Allah Ta’ala dan perintahmu wahai syaikh”, kata Mubarok.

Syaikh Nuh bin Maryam berkata; “Sesungguhnya aku memiliki seorang putri yang sangat cantik dan sudah pernah di khitbah oleh banyak para pembesar dan orang-orang penting, tetapi aku masih belum tau, siapa di antara mereka yang harus aku jadikan menantu, apa saranmu atas masalahku ini??”.

Mubarok berkata; “Orang-orang kafir zaman jahiliyyah, mereka lebih mengutamakan keturunan, nasab, kemasyhuran keluarga, juga kedudukan”.

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani lebih mengutamakan keelokan dan kecantikan. Pada masa Nabi shalallahu’alaihi wasallam, para sahabat lebih mengutamakan kebaikan agama juga ketaqwaan”.

“Sedangkan di zaman kita sekarang, dalam masalah mencari mantu, para orang tua lebih mengutamakan banyaknya harta benda. Oleh karena itu wahai syaikh, anda bebas menentukan pilihan anda dari empat hal ini”.

Mendapat jawaban demikian, syaikh Nuh bin Maryam berkata; “wahai pemuda, aku lebih memilih calon yang kokoh agamanya, bertaqwa dan amanah. Oleh karena itu, aku ingin menjadikan engkau sebagai menantuku. Karena aku sungguh telah menemukan kebaikan, agama yang kokoh, juga amanah pada dirimu. Juga engkau adalah pemuda yang memiliki iffah (kemulyaan diri) juga penjagaan diri yang bagus”.

Mendegar ucapan tuannya, Mubarok berkata; “Wahai tuan, saya adalah seorang budak yang berasal dari India dan berkulit hitam yang telah engkau beli dengan hartamu, kenapa engkau malah ingin menikahkan aku dengan anakmu? Mengapa engkau malah meilihku dan ridlo kepadaku?”.

“Berdirilah bersamaku menuju rumahku untuk merembug masalah ini, kata syaikh Nuh bin Maryam.

Setelah syaikh Nuh bin Maryam bersama Mubarok sampai di rumah, beliau berkata kepada istrinya; “Ketahuilah, pemuda India ini adalah seorang pemuda yang baik agamanya juga bertaqwa, aku suka akan kesalehannya dan aku ingin menikahkannya dengan anak kita, apa pendapatmu mengenai hal ini?”.

“Semua keputusan berada di tanganmu wahai suamiku, tetapi berilah aku waktu sebentar untuk memberitahu anak kita, aku ingin mendengar jawabannya”, kata sang istri.

Sesampainya istri syaikh Nuh bin Maryam kepada anaknya, ia berkata kepadanya tentang keinginan ayahnya.

Mendengar perkataan ibunya, gadis tersebut menjawab; “Jika hal tersebut sudah menjadi pilihan ayah dan ibu, maka aku akan melaksanakannya, aku tidak akan pernah menentang keputusan ayah dan ibu, aku akan selalu berbuat baik kepada ayah dan ibu”.

Mendapat persetujuan dari anak gadisnya yang sangat salihah ini, syaikh Nuh bin Maryam segera menikahkan Mubarok dengan anak gadisnya tersebut.

Setelah pernikahan, syaikh Nuh bin Maryam memberikan harta yang sangat banyak sekali kepada kedua mempelai tersebut, dan tidak begitu lama kemudian, lahirlah dari kedua pasangan yang saleh dan solihah tersebut seorang anak laki-laki tampan yang kemudian dinamai Abdullah.

Dialah anak yang kelak sangat terkenal di kalangan Ulama Islam dengan nama Abdullah bin Mubarok, seorang ulama besar yang memiliki banyak ilmu, zuhud, dan banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi shalallahu’alaihi wasallam. Sampai saat ini, nama besar Abdullah bin Mubarok masih dikenang dalam dunia Islam.

ุงู„ู„ู‡ู… ุงู† ูƒู†ุช ุตุงู„ุญุง ุงุฑุฒู‚ู†ูŠ ุฒูˆุฌุฉ ุตุงู„ุญุฉ
ูˆุงู† ู„ู… ุงูƒู† ุตุงู„ุญุง ุงุฑุฒู‚ู†ูŠ ุฒูˆุฌุฉ ุชุตู„ุญู†ูŠ

*Disadur dari kitab at-Tibr al-Masbuk fi Nashihah al-Muluk karya al-Imam al-Ghazali.

Makna hadits "Dunia penjara bagi orang mukmin & syurga bagi orang kafir"


Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar Ra Tanara Banten dalam kitabnya Menjelaskan :
Imam Ibnu Hajar Rodliayallahu 'anh adalah seorang hakim besar di Mesir pada masanya. Beliau jika pergi ke tempat kerjanya berangkat dengan naik kereta yang ditarik oleh kuda2 atau keledai2 dalam sebuah arak-arakan.

Suatu hari, beliau dgn keretanya melewati seorang Yahudi penjual minyak di Mesir yang pakaiannya kotor. Melihat arak-arakan tersebut, si Yahudi menghadang dan menghentikannya.
Si Yahudi itu berkata kepada Imam Ibnu Hajar : Sesungguhnya Nabi kalian berkata : Dunia itu penjara bagi orang-orang yang beriman dan surganya orang-orang kafir?? Namun kenapa Engkau sebagai seorang yang beriman, menjadi seorang hakim besar di Mesir dan dalam arak-arakan yang mewah serta dalam kenikmatan seperti ini. Sedang aku (yang kafir) dalam penderitaan dan kesengsaran seperti ini?

Maka Imam Ibnu Hajar menjawab : Aku dgn keadaanku yang penuh dengan kemewahan dan kenikmatan dunia ini bila dibandingkan dengan kenikmatan surga adalah seperti sebuah penjara. Sedang penderitaan yang kau alami di dunia ini dibandingkan dgn adzabmu di Neraka kelak sepeti sebuah surga. Maka si Yahudi disa'at itupun kemudian langsung mengucapkan syahadat dan masuk Islam.. Subahanallah..

Imam an-Nawawi menjelaskan tentang hadits : Dunia itu penjara bagi orang-orang yang beriman dan surganya orang kafir, sebagai berikut : Maknanya bahwa setiap mukmin itu dipenjara dan dilarang di dunia ini dari kesenangan-kesenangan dan syahwat-syahwat yg diharamkan dan dibenci.

Dia dibebani untuk melakukan ketaatan-ketaatan yg terasa berat. Jika dia meninggal maka ia akan beristirahat dari hal ini dan dia akan berbalik kepada apa yang dijanjikan Allah berupa kenikmatan abadi dan kelapangan yg bersih dari cacat. Sedangkan orang kafir, dia hanya akan mendapatkan dari kesenangan dunia yang ia peroleh, yg jumlahnya sedikit dan bercampur dengan keusahan dan penderitaan. Dan bila dia telah mati, dia akan pergi menuju siksaan yang abadi dan penderitaan yg selama-lamanya.

(Kitab Fath al-Majid, Syaikh Imam Muhammad Nawawi bin Umar Tanara Al-Bantani)

KEUTAMAAN ASYURA (1)

Oleh : yAI Abdullah Afif

KEUTAMAAN ASYURA (1)

Dari kitab Al Ghunyah Lithaalibii Thariiqil Haqqi ‘Azza Wa Jalla, karya Syaikh ‘Abdul Qadir bin Abi Shalih al Jilani (wafat tahun 561 H) juz II halaman 90 s/d 92, cetakan Daar al Kutub al ‘Ilmiyyah, Beirut Lebanon: 

ูَุตْู„ٌ) ูˆَุงุฎْุชَู„َูَ ุงู„ْุนُู„َู…َุงุกُ ุฑَุญِู…َู‡ُู…ُ ุงู„ู„ู‡ُ ูِูŠْ ุชَุณْู…ِูŠَุชِู‡ِ ุจِูŠَูˆْู…ِ ุนَุงุดُูˆْุฑَุงุกَ

(Fashal)
Ulama –rahimahumullaah- berbeda pendapat mengenai dinamakannya hari Asyura 

ูَู‚َุงู„َ ุฃَูƒْุซَุฑُู‡ُู…ْ ุฅِู†َّู…َุง ุณُู…ِّูŠَ ูŠَูˆْู…ُ ุนَุงุดُูˆْุฑَุงุกَ ู„ِุฃَู†َّู‡ُ ุนَุงุดِุฑُ ูŠَูˆْู…ٍ ู…ِู†ْ ุฃَูŠَّุงู…ِ ุงู„ْู…ُุญَุฑَّู…ِ

Mayoritas ulama mengatakan bahwasanya dinamakan hari Asyura karena hari tersebut merupakan hari kesepuluh Muharram 

ู‚َุงู„َ ุจَุนْุถُู‡ُู…ْ : ุฅِู†َّู…َุง ุณُู…ِّูŠَ ุนَุงุดُูˆุฑَุงุกَ ู„ِุฃَู†َّู‡ُ ุนَุงุดِุฑُ ุงู„ْูƒَุฑَุงู…َุงุชٍ ุงู„َّุชِูŠْ ุฃَูƒْุฑَู…َ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุฃُู…ّุฉَ ุจِู‡َุง ูˆَู‡ِูŠَ

Sebagian Ulama berpendapat dinamakan Asyura karena hari itu merupakan kesepuluhnya karamah yang mana Allah memulyakan umat ini dengannya.
Kesepuluh karamah tersebut ialah: 

ุฃَูˆَّู„ُู‡َุง ุฑَุฌَุจٌ ูˆَู‡ُูˆَ ุดَู‡ْุฑُ ุงู„ู„ู‡ِ ุชَุนَุงู„َู‰ ุงู„ْุฃَุตَู…ُّ ูˆَูَุถْู„ُู‡ُ ุนَู„َู‰ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุดُّู‡ُูˆุฑِ ูƒَูَุถْู„ِ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุฃُู…َّุฉِ ุนَู„َู‰ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ْุฃُู…َู…

Pertama
RAJAB
Rajab adalah bulan Allah yang Ashamm (yang tuli, maksudnya dalam bulan Rajab tidak terdengar hiruk-pikuknya peperangan)
Keutamaan bulan Rajab atas bulan-bulan lainnya seperti utamanya umat ini atas semua umat 

ุงَู„ุซَّุงู†ِูŠَุฉُ ุดَู‡ْุฑُ ุดَุนْุจَุงู†َ ูˆَูَุถْู„ُู‡ُ ุนَู„َู‰ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุดُّู‡ُูˆุฑِ ูƒَูَุถْู„ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุนَู„َู‰ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ْุฃَู†ْุจِูŠَุงุกِ

Kedua
Bulan SYA’BAN
Keutamaan bulan Sya’ban atas bulan-bulan lainnya seperti utamanya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam atas nabi-nabi lain 

ูˆَุงู„ุซَّุงู„ِุซَุฉُ ุดَู‡ْุฑُ ุฑَู…َุถَุงู†ُ ูˆَูَุถْู„ُู‡ُ ุนَู„َูŠ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุดُّู‡ُูˆْุฑِ ูƒَูَุถْู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุชَุนَุงู„َูŠ ุนَู„َู‰ ุฎَู„ْู‚ِู‡ِ

Ketiga
Bulan RAMADHAN
Keutamaan bulan Ramadhan atas bulan-bulan lainnya seperti utamanya Allah Ta’ala atas makhluq_Nya 

ูˆَุงู„ุฑَّุงุจِุนَุฉُ ู„َูŠْู„َุฉُ ุงู„ْู‚َุฏْุฑِ ูˆَู‡ِูŠَ ุฎَูŠْุฑٌ ู…ِู†ْ ุฃَู„ْูِ ุดَู‡ْุฑٍ

Keempat
LAILATUL QADAR
Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan 

ูˆَุงู„ْุฎَุงู…ِุณَุฉُ ูŠَูˆْู…ُ ุงู„ْูِุทْุฑِ ูˆَู‡ُูˆَ ูŠَูˆْู…ُ ุงู„ْุฌَุฒَุงุกِ ุงู„ْุฃَูˆْูَูŠ

Kelima
Hari FITHRI
Hari fitri (hari raya Fitri) adalah hari jaza` (pembalasan) yang sempurna 

ูˆَุงู„ุณَّุงุฏِุณَุฉُ ุฃَูŠَّุงู…ُ ุงู„ْุนَุดْุฑِ ูˆَู‡ِูŠَ ุฃَูŠَّุงู…ُ ุฐِูƒْุฑِ ุงู„ู„ู‡ِ ุชَุนَุงู„َูŠ

Keenam
Hari-hari Sepuluh (maksudnya sepuluh awal bulan Dzul Hijjah)
Hari-hari sepuluh adalah hari berdzikir kepada Allah Ta'ala
 
ูˆَุงู„ุณَّุงุจِุนَุฉُ ูŠَูˆْู…ُ ุนَุฑَูَุฉَ ูˆَุตَูˆْู…ُู‡ُ ูƒَูَّุงุฑَุฉُ ุณَู†َุชَูŠْู†ِ

Ketujuh
Hari ARAFAH
Puasa hari Arafah adalah kaffarat dua tahun 

ูˆَุงู„ุซَّุงู…ِู†َุฉُ ูŠَูˆْู…ُ ุงู„ู†َّุญْุฑِ ูˆَู‡ُูˆَ ูŠَูˆْู…ُ ุงู„ْู‚ُุฑْุจَุงู†ِ

Kedelapan
Hari NAHR (Iedul adha)
Hari Nahr adalah hari Qurban 

ูˆَุงู„ุชَّุงุณِุนَุฉُ ูŠَูˆْู…ُ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ูˆَู‡ُูˆَ ุณَูŠِّุฏُ ุงู„ْุฃَูŠَّุงู…ِ

Kesembilan
Hari JUMAT
Hari Jumat adalah sayyidul ayyaam 

ูˆَุงู„ْุนَุงุดِุฑَุฉُ ูŠَูˆْู…ُ ุนَุงุดُูˆْุฑَุงุกَ ูˆَุตَูˆْู…ُู‡ُ ูƒَูَّุงุฑَุฉُ ุณَู†َุฉٍ

Kesepuluh
Hari ASYURA
Puasa hari Asyura adalah kaffarat satu tahun 

ูَู„ِูƒُู„ِّ ูˆَู‚ْุชٍ ู…ِู†ْ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุฃَูˆْู‚َุงุชِ ูƒَุฑَุงู…َุงุชٌ ุฌَุนَู„َู‡َุง ุงู„ู„ู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ ู„ِู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุฃُู…َّุฉِ ุชَูƒْูِูŠุฑًุง ู„ِุฐُู†ُูˆุจِู‡ِู…ْ ، ูˆَุชَุทْู‡ِูŠุฑًุง ู„ِุฎَุทَุงูŠَุงู‡ُู…ْ

(Dengan demikian), maka setiap waktu ini mempunyai karamah yang dijadikan oleh Allah Ta’ala bagi umat ini sebagai penebus dosa-dosa mereka dan mensucikan kesalahan-kesalahan mereka
 
ูَุตْู„ٌ) ูˆَุงุฎْุชَู„َูُูˆْุง ูِูŠْ ุฃَูŠِّ ูŠَูˆْู…ٍ ู‡ُูˆَ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุญَุฑَّู…ِ

(Fashal)
Ulama berbeda pendapat mengenai pada hari keberapa Asyura pada bulan Muharram 

ูَู‚َุงู„َ ุฃَูƒْุซَุฑُู‡ُู…ْ ุงَู„ْูŠَูˆْู…ُ ุงู„ْุนَุงุดِุฑُ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุญَุฑَّู…ِ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ุตَّุญِูŠْุญَ ู„ِู…َุง ุชَู‚َุฏَّู…َ

Mayoritas ulama berpendapat bahwa Asyura adalah hari kesepuluh bulan Muharram
Itu adalah yang shahih, karena keterangan yang lalu
 
ูˆَู‚َุงู„َ ุจَุนْุถُู‡ُู…ْ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุญَุงุฏِูŠَ ุนَุดَุฑَ ู…ِู†ْู‡ُ

Sebagian Ulama mengatakan: Asyura ialah hari kesebelas (tanggal sebelas) Muharram 

ูˆَู†ُู‚ِู„َ ุนَู†ْ ุนَุงุฆِุดَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡َุง ุฃَู†َّู‡ُ ุงู„ุชَّุงุณِุนُ ู…ِู†ْู‡ُ

Dan dinukil dari Aisyah –radhiyallaahu ‘anhaa- , bahwasanya Asyura adalah hari kesembilan (tanggal sembilan) Muharram
 
ูˆَุนَู†ِ ุงู„ْุญَูƒِูŠْู…ِ ุจْู†ِ ุงู„ْุฃَุนْุฑَุฌِ ุฃَู†َّู‡ُ ุณَุฃَู„َ ุงุจْู†َ ุนَุจَّุงุณٍ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُู…َุง ุนَู†ْ ุฃَูŠِّ ูŠَูˆْู…ٍ ูŠُุตَุงู…ُ ุนَุงุดُูˆْุฑَุงุกُ ูَู‚َุงู„َ ุฅِุฐَุง ุฑَุฃَูŠْุชَ ู‡ِู„َุงู„َ ุงู„ْู…ُุญَุฑَّู…ِ ูَุงุนْุฏُุฏْ ุซُู…َّ ุฃَุตْุจِุญْ ุตَุงุฆِู…ًุง ู…ِู†ْ ุชَุงุณِุนِู‡ِ
ูَู‚ُู„ْุชُ ุฃَูƒَุฐَู„ِูƒَ ูƒَุงู†َ ูŠَุตُูˆْู…ُู‡ُ ู…ُุญَู…َّุฏٌ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َู…َ ู‚َุงู„َ ู†َุนَู…ْ

Dari al Hakiem bin al A’raj bahwasanya dia bertanya kepada Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhumaa tentang hari keberapa dilakukan puasa Asyura ?
Ibnu Abbas menjawab: Jika kamu melihat hilal dari bulan Muharrom, hitunglah, kemudian pada hari kesembilannya, berpuasalah. Aku bertanya kembali: Apakah demikian nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam melakukan puasa Asyura? Ibnu Abbas menjawab: Ya 
Catatan:
Diatas, riwayat disebutkan dari al Hakiem bin al A’raj. Dalam Shahih Muslim (3/151, maktabah syamilah) riwayat dari al Hakam bin al A’raj
Berikut sanad dan matannya:

ูˆَุญَุฏَّุซَู†َุง ุฃَุจُูˆ ุจَูƒْุฑِ ุจْู†ُ ุฃَุจِู‰ ุดَูŠْุจَุฉَ ุญَุฏَّุซَู†َุง ูˆَูƒِูŠุนُ ุจْู†ُ ุงู„ْุฌَุฑَّุงุญِ ุนَู†ْ ุญَุงุฌِุจِ ุจْู†ِ ุนُู…َุฑَ ุนَู†ِ ุงู„ْุญَูƒَู…ِ ุจْู†ِ ุงู„ุฃَุนْุฑَุฌِ ู‚َุงู„َ ุงู†ْุชَู‡َูŠْุชُ ุฅِู„َู‰ ุงุจْู†ِ ุนَุจَّุงุณٍ - ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง - ูˆَู‡ُูˆَ ู…ُุชَูˆَุณِّุฏٌ ุฑِุฏَุงุกَู‡ُ ูِู‰ ุฒَู…ْุฒَู…َ ูَู‚ُู„ْุชُ ู„َู‡ُ ุฃَุฎْุจِุฑْู†ِู‰ ุนَู†ْ ุตَูˆْู…ِ ุนَุงุดُูˆุฑَุงุกَ. ูَู‚َุงู„َ ุฅِุฐَุง ุฑَุฃَูŠْุชَ ู‡ِู„ุงَู„َ ุงู„ْู…ُุญَุฑَّู…ِ ูَุงุนْุฏُุฏْ ูˆَุฃَุตْุจِุญْ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ุชَّุงุณِุนِ ุตَุงุฆِู…ًุง. ู‚ُู„ْุชُ ู‡َูƒَุฐَุง ูƒَุงู†َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูŠَุตُูˆู…ُู‡ُ ู‚َุงู„َ ู†َุนَู…ْ.

Wallaahu A’lam 

ูَุตْู„ٌ) ูˆَู†َุฐْูƒُุฑُ ู…ِู†ْ ูَุถَุงุฆِู„ِ ูŠَูˆْู…ِ ุนَุงุดُูˆْุฑَุงุกَ ุฃَู†َّ ุงู„ْุญُุณَูŠْู†َ ุจْู†َ ุนَู„ِูŠٍّ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ ุนَู†ْู‡ُู…َุง ู‚ُุชِู„َ ูِูŠْู‡ِ

(Fashal)
Kami akan menuturkan sebagian dari fadhilah hari Asyura.
Sesungguhnya al Husain bin Ali –radhiyallaahu ta’alaa ‘anhumaa- dibunuh didalam hari Asyura 

ุฑُูˆِูŠَ ุนَู†ْ ุฃُู…ِّ ุณَู„َู…َุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡َุง ู‚َุงู„َุชْ
ูƒَุงู†َ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูِูŠْ ู…َู†ْุฒِู„ِูŠْ ุฅِุฐْ ุฏَุฎَู„َ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ْุญُุณَูŠْู†ُ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ูَุทَุงู„َุนْุชُู‡ُู…َุง ู…ِู†َ ุงู„ْุจَุงุจِ ูˆَุฅِุฐَุง ุงَู„ْุญُุณَูŠْู†ُ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ุนَู„َู‰ ุตَุฏْุฑِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَู„ْุนَุจُ ูˆَูِูŠْ ูŠَุฏِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚ِุทْุนَุฉٌ ู…ِู†ْ ุทِูŠْู†ٍ ูˆَุฏُู…ُูˆْุนُู‡ُ ุชَุฌْุฑِูŠْ

Diceritakan dari Ummi Salamah –radhiyallaahu ‘anhaa- beliau berkata:
Adalah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam didalam rumahku, tiba-tiba masuklah Husain radhiyallaahu ‘anhu kepada beliau. Maka aku memandang keduanya dari pintu.
Saat itu Husain radhiyallaahu ‘anhu bermain-main diatas dada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, sementara ditangan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam ada sebongkah tanah, dan air mata beliau mengalir 

ูَู„َู…َّุง ุฎَุฑَุฌَ ุงู„ْุญُุณَูŠْู†ُ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ุฏَุฎَู„ْุชُ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ูَู‚ُู„ْุชُ ุจِุฃَุจِูŠْ ูˆَุฃُู…ِّูŠْ ูŠَุง ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุทَุงู„َุนْุชُูƒَ ูˆَูِูŠْ ูŠَุฏِูƒَ ุทِูŠْู†َุฉٌ ูˆَุฃَู†ْุชَ ุชَุจْูƒِูŠْ ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู„ِูŠْ ู„َู…َّุง ูَุฑِุญْุชُ ุจِู‡ِ ูˆَู‡ُูˆَ ุนَู„َู‰ ุตَุฏْุฑِูŠْ ูŠَู„ْุนَุจُ ุฃَุชَุงู†ِูŠْ ุฌِุจْุฑِูŠْู„ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ุณَّู„َุงู…ُ ูˆَู†َุงูˆَู„َู†ِูŠْ ุงَู„ุทِّูŠْู†َุฉَ ุงู„َّุชِูŠْ ูŠُู‚ْุชَู„ُ ุนَู„َูŠْู‡َุง ูَู„ِุฐَู„ِูƒَ ุจَูƒَูŠْุชُ

Dan ketika Husain radhiyallaahu ‘anhu sudah keluar, maka akupun masuk kepada beliau, maka aku berkata: “Dengan bapakku dan dengan ibuku (kalimat penebusan. Pen) aku melihat engkau, ditangan engkau ada tanah sambil engkau menangis, maka beliaupun bersabda kepadaku: “Ketika aku bersuka-cita dengannya sementara dia diatas dadaku sambil bermain-main, maka datanglah Jibril ‘alaihissalaam kepadaku. Dia memberiku tanah yang mana dia akan dibunuh diatasnya, maka karena itulah aku menangis. 

(Tambahan dari Penulis)
Dalam kitab Nuuruzhzhalaam karya Syeikh Nawawi al Bantani halaman 35

ูˆَุฑُูˆِูŠَ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃَุนْุทَุงู‡َุง ุงَู„ْู‚َุงุฑُูˆْุฑَุฉَ ุงู„َّุชِูŠْ ูِูŠْู‡َุง ุชُุฑْุจَุฉُ ู…َู‚ْุชَู„ِ ุงู„ْุญُุณَูŠْู†ِ ูˆَุชُุฑูƒِุชْ ุนِู†ْุฏَู‡َุง

Diceritakan, sesungguhnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memberinya (Ummu Salamah) sebuah botol yang didalamnya ada tanah tempat dibunuhnya Husain. Botol tersebut ditinggalkan disisinya 

ูˆَุฐَู„ِูƒَ ู„َู…َّุง ุฌَุงุกَู‡ُ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฌِุจْุฑِูŠْู„ُ ูˆَุฃَุฎْุจَุฑَู‡ُ ุฃَู†َّ ุงู„ْุญُุณَูŠْู†َ ู…َู‚ْุชُูˆْู„ٌ ูِูŠ ู‡َุฐَุง ุงู„ุชُّุฑَุงุจِ ูˆَุฃَุฑَุงู‡ُ ู…ِู†ْ ุชُุฑْุจَุฉِ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุงู„َّุชِูŠْ ูŠُู‚ْุชَู„ُ ูِูŠْู‡َุง ูˆَุดَู…َّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฐَู„ِูƒَ ุงู„ุชُّุฑَุงุจَ ูَู‚َุงู„َ ูˆَูŠْุญَ ูƒَุฑْุจَู„َุงุกَ ูˆَู‚َุงู„َ ู„َู‡َุง ุฅِุฐَุง ุตَุงุฑَ ู‡َุฐَุง ุงู„ุชُّุฑَุงุจُ ุฏَู…ًุง ูَู‚َุฏْ ู‚ُุชِู„َ ุงِุจْู†ِูŠْ ุงَู„ْุญُุณَูŠْู†ُ

Hal itu adalah ketika Jibril mendatangi Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dan dia mengkhabarkan beliau bahwasanya Husain akan dibunuh diatas tanah ini, dan dia (Jibril) memperlihatkan kepada beliau dari tanahnya bumi dimana Husain akan dibunuh diatasnya, dan beliaupun mencium tanah tersebut seraya berkata: “Celaka Karbala !”
Dan beliau berkata kepada Ummu Salamah: “Jika tanah ini sudah menjadi darah, maka anakku, Husain dibunuh.” 

ูَุงู†ْุชَุจَู‡َุชْ ูˆَู‚َุงู„َุชْ ู„ِุฌَุงุฑِูŠَุชِู‡َุง ุงِุฐْู‡َุจِูŠْ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุณُّูˆْู‚ِ ูَุงู†ْุธُุฑِูŠْ ู…َุง ุงู„ْุฎَุจَุฑُ ูَุฑَุฌَุนَุชْ ุฅِู„َูŠْู‡َุง ุงู„ْุฌَุงุฑِูŠَุฉُ ูˆَู‚َุงู„ْุชْ ู‚ُุชِู„َ ุงู„ْุญُุณَูŠْู†ُ ุจْู†ُ ุนَู„ِูŠٍّ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ

Dan (ketika dilihatnya tanah menjadi darah) maka terperanjatlah Ummu Salamah. Dia berkata kepada budak perempuannya: “Pergilah engkau kepasar. Lihatlah ada berita apa (disana).”. (diapun pergi kepasar) dan pulanglah dia ke Ummu Salamah. Dia berkata: Husain bin Ali radhiyallaahu ‘anhu dibunuh.” 

Selesai kutipan dari kitab:

ุงَู„ْุบُู†ْูŠَุฉُ ู„ِุทَุงู„ِุจِูŠْ ุทَุฑِูŠْู‚ِ ุงู„ْุญَู‚ِّ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ

 karya Sulthanul Auliya Asy Syaikh ‘Abdul Qaadir al Jiilaani radhiyallaahu ‘anhu 

(bersambung, Insya Allah)