Ada sekali tu, saya baru balik dari hospital dengan dia.
Letih, sampai rasa tak mampu nak buka mata. Sampai ke rumah, apa yang saya nampak hanya lah katil. Tak nampak benda lain dah.
Totally exhausted.
Jadinya sampai saja, siap-siap kejap sebelum tidur, saya buka selimut kemudian tepuk-tepuk bantal sebelum letakkan kepala di atasnya. Tengah tepuk-tepuk bantal tu, saya tegur dia,
"Akak..dah lah tu, tidur lah, sambung esok pula.."
" Akak tengah prepare ni farah.."
Yang sebenarnya dia tengah duduk masa tu depan meja kerja di dalam bilik, agak jauh dari katil saya.
"Prepare?"
"A'ah, prepare lah, nak minta Allah bagi bangun awal esok, mudah-mudahan dapat qiam, at least dapat buat tahajud dua rakaat..penat macam mana pun doa dulu farah.." Pesannya.
I smiled and nodded.
Masya Allah sister. I'm touched.
Masa tu, dia ajar saya doa.
Doa untuk bangun qiamullail yang sering diamalkan Imam Al-Ghazali.
"Ya Allah, bangunkan aku pada waktu yang Engkau paling suka, dan kerjakan aku pada pekerjaan yang paling Engkau suka".
Simple yet meaningful.
Despite the never ending working or studying, the never-enough-sleep, the over consumption of caffeine, when we had studying, the agony realizing the 3 chapters we read had only 1 question, praying for us, it's nothing more than help us to strengthen our faith in Allah.
That our time and energy spent will be filled with barakah, most importantly.
Shall we?
Insya Allah :)

0 comments:
Post a Comment